*Happy Reading* Nissa kira, dia sudah meninggal di tangan sang ayah. Namun, ternyata sepertinya belum. Entah berapa lama ia tak sadarkan diri. Di dekap kegelapan yang tiada batas dengan perasaan hampa luar biasa. Sayup Nissa mendengar tangis seseorang di sebelah tubuhnya. Siapa? Siapa yang menangis? Naira, kah? Navisha? Atau siapa? Di antara yang Nissa kenal hanya mereka berdua yang masih memperdulikannya. Saat kesadaran mulai merayap hadir. Nissa pun baru merasakan sakit luar biasa di seluruh tubuhnya. Kepalanya pusing dan napasnya juga terasa berat seperti ada sesuatu yang menghalangi. Nissa ingin bangun. Tetapi tidak bisa. Jangankan menggerakkan tubuh, membuka mata saja rasanya sulit sekali. Hanya rasa sakit yang terus menyelimuti seluruh tubuhnya. Membuat kesadarannya kembali hil

