Seperti perkataan Bang Arfan kemarin, hari ini Mama datang diantar travel tadi subuh. Kebetulan memang travel dari kampungku berangkat sore dan dan sampai di waktu subuh. Pagi ini aku melihat Mama belum keluar dari kamar ketika aku melewati kamarnya. “Mungkin masih kelelahan Non,” terdengar suara Tek Upik dibelakangku. Aku hanya melihat Tek Upik sambil melempar senyumku dan kemudian membantu Tek Upik membuat sarapan pagi. Karena hari ini hari minggu, tentu saja hal ini aku manfaatkan untuk berduaan dengan Bang Arfan di taman belakang. “Bang, Abang sayang gak sama Alya? Kok belum pernah Abang bilang sayang sama Alya?” ucapku berusaha memecah keheningan sembari memberi makan pada ikan yang ada di taman belakang. “Haruskah ku jawab? Bukankah kamu sudah mengetahui bagaimana perasaanku,” uc

