Part 15 Masa Pengenalan Kampus

1638 Words

Seperti biasa aku bangun untuk menjalankan sholat subuh, ku lihat Om Arfan sedang khusyuk berdo'a. Dalam hatiku ingin sekali berjama'ah dengannya. Tapi aku yakin ia tak ingin. Tak lama kemudian ia hanya diam dan sibuk dengan laptopnya. Sesekali aku berdehem pun tak digubrisnya. Tak penasarankah ia bagaimana kegiatanku kemaren. Ingin sekali bercerita, tapi ... melihatku saja ia tak ingin. Ku coba berfikir apa kesalahanku? Kenapa ia menghindariku? Kenapa kadang sifatnya lembut, kenapa terkadang ia dingin. Entahlah, aku lelah. "Saya dengar dari Pak Burhan katanya kamu bilang jangan bilang kalau kamu sudah menikah? Kenapa kamu malu?" tanyanya ketika memulai pembicaraan di saat aku sedang membersihkan tempat tidurnya. Aku terperanjat, niat hati setelah berbenah ingin membantu Tek Upik menyi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD