Bab 43

1324 Words

Lelaki tua yang bernama Ario itu bergabung bersama dengan yang lain, lelaki itu juga bingung mengapa putri kesayangannya bisa menangis tersedu. Timbul berbagai pertanyaan di dalam hatinya. Rasa curiganya timbul kepada salah satu anak yang sekilas mirip sekali dengan dirinya saat masih muda dulu. Kulit Atlas yang putih membuat Ario mengingat seseorang yang dia rindukan sejak dulu. “Sebenarnya apa maksud kedatangan kalian ke sini? Mengapa putriku bisa menangis seperti ini?” tanya Ario, membuka pembicaraan di tengah-tengah keheningan yang terjadi. Semuanya diam, tidak berani menatap Ario yang sedang marah. Ya, wajah lelaki tua itu terlihat seram karena marah sebab putrinya kesayangannya menangis di pelukannya. Padahal Ario sudah tidak lagi melihat Marisa menangis sehisteris ini. Pasti ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD