Kini semuanya sudah berkumpul di satu meja makan yang sama hening tidak ada percakapan sedikit pun di antara mereka yang terdengar hanyalah sendok dan piring yang beradu. Sesekali Atlas tidak nyaman duduk di tempatnya karena lelaki itu merasa ada sesuatu hal yang akan dibicarakan. Setelah selesai makan malam, semuanya berkumpul di salah satu ruangan yang tertutup dan kedap suara agar tidak ada orang lain yang mendengar pembicaraan penting yang akan mereka bahas malam ini. “Atlas tahu kenapa kita bisa ada di dalam sini?” bisik Lyra, di dekat telinga Atlas. ke duanya duduk saling berdampingan dan berdekatan. Atlas menggelengkan kepalanya, lelaki itu pura-pura tidak tahu karena Atlas tidak mau gadis yang duduk di sampingnya itu terkejut. “Gue juga nggak tahu,” bisik Atlas, pula di dekat t

