Ke esokan harinya, seperti biasa Atlas berangkat ke kantor tepat jam tujuh. Sekilas memang tidak ada yang berubah, sebelum berangkat kerja pun Atlas menyempatkan diri untuk sarapan pagi, dan senyumnya seperti tidak memikirkan sesuatu hal yang penting padahal di dalam pikirannya selalu dihantui kejadian semalam yang membuatnya merasa dilema. “Atlas, apa saja jadwal kamu hari ini?” tanya Gabino, yang sudah duduk di meja makan sambil membaca koran. Meskipun hidup di era digital, tetapi Gabino masih memiliki kebiasaan membaca berita di koran. Atlas meletakkan tas kerjanya di kursi tepat di sebelah ya duduk. Atlas baru saja turun untuk melaksanakan sarapan pagi. “Setahu Atlas tidak terlalu padat, Pah. Memangnya kenapa?” tanya Atlas, sambil mengambil piring lalu menaruh nasi goreng ke dalam p

