Setelah acara kemarin, paginya Atlas merasa seluruh tubuhnya ringan. Tidak ada lagi lelaki itu memikirkan jawaban Lyra tentang lamarannya karena sekarang semuanya sudah jelas. “Selamat pagi, Pa.” Atlas menyapa sang papa yang sedang berada di meja makan sambil membaca koran yang setiap pagi selalu datang dengan topik baru. “Selamat pagi juga anak Papa yang paling tampan. Tumben nih mukanya ceria banget, mentang-mentang kemarin udah dapet jawaban jelas dari Lyra,” ujar Gabino, menggoda sang putra. “Emangnya kenapa? Suka-suka Atlas dong mau gimana sama pagi ini. Yang jelas hari ini pikiran Atlas terasa ringan seperti tidak ada beban,” ujar lelaki itu, dengan senyum mengembang di wajahnya. “Iya deh iya yang udah punya calon istri mah beda.” Gabino kembali melemparkan kata-kata godaan untuk

