Membicarakan Masa Lalu

1616 Words

Atlas dan Lyra sudah sampai di salah satu restoran yang menjadi tempat favorit Atlas jika lelaki itu sedang ingin makan di luar. Ke duanya masih diselimuti rasa canggung yang sama. Namun, keheningan itu membuat Atlas tidak tahan. “Udah lama ya kita nggak ketemu kaya gini,” ujar Atlas, mencoba untuk memecahkan keheningan dan mengakhiri rasa canggung yang melanda. “Iya,” jawab Lyra, hanya seperlunya. Menatap wajah Atlas sana gadis itu tidak mampu, apa lagi berkata-kata panjang seperti biasanya, rasanya jantungnya sudah copot duluan. “Lo apa kabar?” tanya Atlas, hanya sekedar basa basi saja karena Atlas bingung harus bertanya apa. “Baik,” jawab Lyra, lagi-lagi singkat dan hanya seperlunya saja. “Atlas apa kabar?” tanya Lyra, mencoba memaksakan senyumnya untuk terbit di wajah cantiknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD