Veroniccha terbangun dari tidurnya saat mendengar tawa dari luar kamarnya. Apa Dennis kedatangan tamu? Dengan perlahan agar tak menyakiti kandungannya, Veroniccha berjalan keluar kamar dan seketika memekik saat menemukan Nina dan Dennis yang tengah bercengkrama di ruang TV. "Nina! Astaga! Aku merindukan mu!" jerit Veroniccha segera berlari lalu menubruk Nina memeluknya erat. "Astaga, Ccha! Kandunganmu!" pekik Dennis Panik. Veroniccha melepaskan pelukannya dan segera memasang tampang paniknya juga. "Astaga aku lupa. Aduh, bagaimana ini? Nak, kau baik-baik saja di sana bukan?" Veroniccha segera duduk di samping Nina dan mengusap perutnya lembut. "Kau tidak bisa ceroboh seperti itu lagi, Ccha. Ada nyawa lain yang harus kau jaga," kata Nina ikut menatap perut Veroniccha. "Iya, Nin. Aku t

