Ada beberapa alasan untuk seseorang pergi dari hidup bahagianya. Salah satunya adalah, ia takut. Takut kebahagiaan itu tiba-tiba saja lenyap. Tiba-tiba saja tergantikan oleh hal buruk yang selalu saja terbayang. Seperti kala Rania waktu itu. Ia bahagia, memiliki Tio dan Veroniccha juga anak dalam kandungannya. Meski tak begitu sempurna karena seorang yang ia panggil Mama di rumah itu begitu membencinya. Selalu mengingatkan akan kebahagian yang akan berakhir sesaat lagi. Rania tak siap. Ia begitu putus asa ketika peluru mengejarnya. Lalu ia memilih berbelok dan menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam jurang. Memilih menghilang dari elemen elemen kebahagian yang dia miliki. Menyesal? Penyesalan begitu membelenggunya. Terlebih saat orang yang ia sayangi tak juga bahagia. Namun ketimbang meny

