TigaPuluhSatu

928 Words

Veroniccha merasakan kehangatan pada tubuhnya. Juga indra penciumannya mencium wangi familiar yang begitu ia rindukan sejak hampir setahun lebih. Veroniccha masih terpejam menikmati itu semua. Rasanya sungguh seperti menemukan jalan pulang atas petualangan-petualangnnya. Rasanya pas dan ia merasa ingin seperti ini selamanya. "Maafkan aku." Suara itu merambat memasuki indra pendengarannya. Juga kini sesuatu yang basah menyentuh permukaan kulit wajahnya. Veroniccha membuka matanya perlahan kemudian mengerjap saat melihat seseorang mendekapnya begitu erat dan sedang terisak. Seperti mimpi. Davinonya kini telah mendekapnya erat. Apa mungkin ini memang mimpi? "Davino," lirihnya begitu pelan namun mampu membuat Davino mengangkat kepalanya dan beradu netra dengan mata madu Veroniccha. Veronic

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD