Nevan melirik ke kanan dan kiri dimana disekitarnya ramai dipenuhi oleh siswa-siswi. Tangan Nevan menarik tangan Reya untuk menjauh dari keramaian. "Maksud Lo apa?" Tanya Nevan saat mereka sudah berada di gudang sekolah. "Raya udah gak ada! Raya udah meninggal, gara-gara aku." Jawab Reya sambil menangis. Reya mengalihkan tatapannya ketika melihat air muka Nevan langsung berubah, rahang laki-laki itu juga sudah mengeras membuat wajah Nevan terlihat menyeramkan. Reya memejamkan mata siap menerima berbagai ucapan Nevan kala Nevan memegang kedua lengannya bahkan sedikit meremasnya. "Tiga bulan gue gila gara-gara mikirin Raya dan gue harap gue bisa liat dia lagi, gue harap gue bisa ketemu sama dia lagi tapi... Tapi Lo malah bilang kalo Raya udah gak ada?" Nevan memelankan suaranya. Reya m

