bab 5 awal pekerjaan baru

1146 Words
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Dimulailah babak baru dalam kehidupan Sarah dan Benson dengan identitas baru mereka di bawah program perlindungan saksi. Pada pagi buta, Richard Woodford beserta tim keamanannya sudah menunggu di depan rumah kontrakan Sarah yang sempit. Pria itu mengetuk pintu dengan tidak sabar. "Nona Evelyn, apa Anda sudah siap? Kita harus bergegas!" serunya sembari melirik jam tangannya. Pintu terbuka dan seorang wanita berparas sederhana dengan rambut pirang sebahu melangkah keluar dengan koper di tangannya. Ini adalah penampilan baru Sarah, dengan nama samaran Evelyn Brooks. "I-iya, saya sudah siap..." sahutnya dengan suara sedikit bergetar menahan luapan emosi dalam diri. Richard mengangguk singkat. "Bagus. Mobil sudah menunggu, ayo kita berangkat ke safe house untuk pemberitahuan lebih lanjut." Sarah, atau kini Evelyn, mengangguk patuh seraya menarik kopernya. Dia melirik untuk terakhir kalinya pada rumah kontrakannya yang telah ditinggalinya sejak kecil. "Selamat tinggal, masa laluku..." gumamnya lirih sebelum melangkah masuk ke dalam mobil untuk memulai kehidupan barunya. Sementara itu, di sebuah mansion mewah, Benson tengah mengenakan setelan jas mahal di depan cermin dengan dibantu oleh beberapa pelayan pribadinya. Namun penampilannya sudah berbeda dari yang biasa dengan rambut yang dicat pirang dan kumis tipis untuk menyamarkan wajahnya. "Apa penampilanku sudah sempurna, Harris?" tanyanya pada kepala pelayan pribadinya itu. Harris membungkukkan badan. "Persis seperti yang diinstruksikan, Tuan Edward Chambers. Anda tampak begitu berbeda." Benson, atau kini Edward Chambers, menghela napas panjang. Identitas barunya sebagai Edward Chambers, pengusaha sukses asal Inggris, harus dimulai hari ini. Sekali lagi, Richard Woodford mengetuk pintu dan menyembulkan kepalanya. "Tuan Chambers, semua persiapan sudah selesai. Kita bergegas menuju safe house sekarang!" Edward/Benson mengangguk mantap. Diliriknya potret mendiang putranya, Michael, yang terpajang di meja nakal. Sorot matanya menajam dengan tekad menghantarkan ketegasan pada langkahnya. "Tunggu aku, Michael. Aku akan membalas kematianmu dengan tanganku sendiri!" gumamnya berkobar-kobar penuh ambisi. Begitulah dimulai awal dari kehidupan baru Evelyn Brooks dan Edward Chambers. Menanggalkan identitas lama, kepribadian lama, dan kehidupan lama demi menghindari kejaran maut Danny O'Casey yang masih menjadi ancaman besar. Evelyn melangkah memasuki mobil pengawalan tim Woodford dengan d**a berdebar, bertanya-tanya seperti apa kehidupan barunya nanti. Sementara Edward menghirup udara pagi yang segar dengan semangat menggebu, bertekad memanfaatkan peluang identitas barunya ini untuk membalaskan dendam bagi Michael. Keduanya bagai melepas topeng dan mengenakannya kembali dengan wajah berbeda. Meninggalkan seluruh jejak kehidupan lama sebagai Sarah dan Benson. Melangkah maju memasuki dunia baru yang belum pasti berbahaya atau menguntungkan untuk mereka jalani... Mobil pengawalan tim Richard Woodford melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota yang masih sepi di pagi buta. Di dalamnya, Evelyn duduk dengan tubuh sedikit membungkuk was-was. Ini pertama kalinya dia menaiki mobil mewah seperti ini dalam hidupnya sebagai seorang gadis miskin. Richard yang duduk di sampingnya melirik Evelyn sekilas. "Anda tidak perlu sekaku itu, Nona Evelyn. Anggap saja ini mobil biasa," ucapnya dengan nada rendah namun cukup didengar. Evelyn menelan ludah dengan gugup. "Ba-baik, Tuan Woodford." Richard tersenyum tipis melihat tingkah Evelyn yang masih kaku dengan identitas barunya. Tak heran, ini pasti masa transisi yang berat mengingat latar belakang Evelyn yang dulunya miskin. Dia sudah terbiasa dengan kehidupan sederhana. "Kita akan segera tiba di safe house. Di sanalah kalian akan mendapat pengarahan lengkap mengenai identitas dan peran baru kalian," Richard menjelaskan dengan tenang. Evelyn hanya mengangguk kaku mendengarnya. Kepalanya terasa pening membayangkan begitu banyak hal baru yang harus dihadapinya. Sementara itu, di mobil lain, Edward tengah bersiap dengan penampilan barunya sebagai pengusaha mapan. Perannya sebagai Edward Chambers, pengusaha sukses keturunan Inggris itu harus dimainkan dengan sempurna. "Baiklah Tuan Chambers, exit berikutnya kita belok menuju safe house," sang supir memberi arahan. Edward merapikan jasnya sekali lagi untuk kesekian kali. Meski bukan pertama kalinya dia menyamar, namun menyamar dengan identitas lengkap menjadi orang lain adalah pengalaman baru baginya. Demi menuntut balas kepada Danny, dia harus rela melepaskan segala identitasnya sebagai Benson Williams. "Kita sudah sampai, Tuan," sang supir memberitahu. Edward menghirup napas dalam-dalam, bersiap menghadapi pengarahan untuk identitas barunya. Langkah pertama dalam rencana balas dendamnya kepada Danny kini akan segera dimulai. Kedua mobil pengawalan itu berhenti di sebuah bangunan tersembunyi yang tampak seperti rumah biasa dari luarnya. Para pengawal berbadan kekar bergerak sigap membukakan pintu untuk Evelyn dan Edward yang mulai turun. Richard Woodford sudah menunggu dengan komando di tangannya. Dia memberi kode agar Evelyn dan Edward mengikutinya memasuki bangunan itu. "Selamat datang di Safe House kalian, Nona Evelyn, Tuan Edward. Bersiaplah untuk menjalani kehidupan baru kalian mulai dari sini." Evelyn dan Edward saling berpandangan sejenak sebelum mengangguk dan melangkah memasuki pintu Safe House. Tidak ada jalan untuk mundur lagi sekarang karena mulai hari ini, identitas lama mereka sudah tidak berlaku. Mereka harus sepenuhnya menghidupkan karakter orang lain yang menggantikan diri mereka. Dengan perasaan bercampur aduk antara ragu dan penasaran, keduanya menapaki daerah asing yang belum pernah mereka jamah sebelumnya. Akankah mereka mampu menghayati peran baru sebagai Evelyn dan Edward? Ataukah malah akan membuat mereka semakin terseret lebih jauh dalam bahaya yang menantinya di depan? Richard Woodford memimpin mereka memasuki sebuah ruangan rahasia bawah tanah di dalam safe house itu. Ruangan tersebut dipenuhi oleh berbagai peralatan komputer, monitor, dan perangkat-perangkat cangggih lainnya. "Inilah markas utama kita selama program perlindungan saksi ini berlangsung," Richard memberi penjelasan. "Di sinilah kalian akan dibekali seluruh materi dan pelatihan mengenai identitas baru kalian." Evelyn dan Edward saling pandang dengan cemas. Mereka tahu ini bukan hal sepele yang bisa diremehkan. Keduanya harus benar-benar menguasai karakter baru yang akan mereka mainkan. Richard lalu memberikan beberapa berkas tebal kepada mereka. "Ini berisi biodata lengkap untuk karakter Evelyn Brooks dan Edward Chambers beserta latar belakang dan sejarah singkat yang harus kalian pelajari." Evelyn menerima berkasnya dengan kedua tangan sedikit gemetar. Membaca identitasnya sendiri di dalam sana terasa sangat tidak nyata. Di situlah tertera nama, umur, tempat tinggal, hingga pekerjaan "Evelyn Brooks". "Jangan khawatir, kalian akan dibimbing untuk mempelajari seluruh hal ini secara bertahap," Richard menepuk pundak mereka meyakinkan. Sementara Edward membuka berkasnya dengan dahi sedikit mengernyit. "Tugasku sebagai Edward Chambers ini tentunya akan banyak terjun di dunia bisnis. Aku harus benar-benar piawai memerankannya." Richard mengangguk paham. "Tentu saja, Tuan Chambers. Anda akan dibekali seluruh pengetahuan untuk memerankan seorang pengusaha kaya sukses seperti karakter Edward Chambers. Ini demi menyempurnakan penyamaran Anda dari kejaran Danny." Setelah mendengar arahan singkat ini, Evelyn dan Edward pun digiring ke ruangan lain untuk memulai sesi pelatihan dan pengarahan yang lebih mendalam perihal identitas baru mereka. Evelyn menghela nafas panjang, mencoba mengikuti dengan kepala yang terasa semakin pening. Sementara Edward memandang lurus ke depan dengan semangat berkobar, bersumpah tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membongkar dalang sebenarnya di balik kematian Michael. Meski bingung dan cemas melingkupi pikiran mereka, tidak ada jalan untuk berbalik kini. Kisah baru kehidupan mereka sebagai Evelyn dan Edward akan segera dimulai, entah akan berliku kemana dan berlanjut seperti apa kedepannya. Yang pasti, keduanya harus berhasil menjalani peran baru ini agar terhindar dari ancaman Danny yang masih mengintai. Tidak ada ruang untuk gagal dalam misi berbahaya ini demi menyelamatkan nyawa mereka sendiri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD