bab 4 Tawaran mengejutkan

1003 Words
Suasana tegang menyelimuti ruangan kerja Benson setelah kabar mengejutkan bahwa Danny O'Casey berhasil meloloskan diri dari penjara. Sebagai mantan anak buah Danny yang menyaksikan pembunuhan kejinya, tentu Sarah juga merasa ngeri menjadi target selanjutnya. "Jadi...apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan Williams?" tanya Sarah dengan nada cemas. Bayangan mengerikan Danny yang mungkin membalas dendam terngiang di benaknya. Benson tampak berpikir sejenak dengan dahi berkerut. Ekspresinya berkecamuk, bingung mengambil sikap yang tepat menghadapi situasi genting ini. "Untuk sementara, kita harus meningkatkan pengamanan di sekitar kantor dan rumahmu, Sarah. Aku tidak ingin ada korban lagi yang jatuh di tangan b******n seperti Danny," putusnya kemudian. Sarah mengangguk, merasa agak lega mendengar langkah antisipasi Benson. Namun di lubuk hatinya, dia khawatir apakah itu akan cukup untuk menghalau niat busuk Danny. Mendadak, pintu ruangan terbuka dan seorang pria bertubuh tegap dengan setelan formal melangkah masuk dengan percaya diri. Sorot matanya yang tajam mengingatkan Sarah pada seseorang, tetapi dia tidak bisa mengingat siapa. "Selamat siang, Tuan Williams," sapa pria itu dengan suara berwibawa. Benson mengerutkan keningnya. "Siapa kau? Aku tidak mengundangmu kemari." Pria itu mengulum senyum misterius. "Aku Richard Woodford, kepala keamanan baru yang kau rekrut belum lama ini." Sarah terkesiap, barulah dia ingat siapa pria ini. Richard Woodford adalah mantan agen rahasia yang direkrut Benson beberapa minggu lalu guna meningkatkan keamanan Williams Corporation. Benson mengangguk paham. "Oh ya, tentu saja. Kudengar kau punya reputasi cemerlang di bidang keamanan waktu di agen rahasia dulu." "Tepat sekali," Richard memamerkan senyum percaya dirinya. "Dan aku datang ke sini untuk menyampaikan tawaran penting bagaimana cara melindungi keluargamu dari ancaman Danny O'Casey." Benson dan Sarah saling pandang dengan alis terangkat. Mereka sangat penasaran mendengar tawaran Woodford ini, apalagi di saat genting seperti sekarang. "Baiklah, aku mendengarkan," Benson mengisyaratkan Richard untuk melanjutkan. Richard berdeham sejenak sebelum menjelaskan. "Saat ini, Danny dan anak buahnya pasti mencari cara untuk mengincar Anda dan sekretaris Anda, Nona Sarah." Pria itu melirik Sarah sekilas, membuat yang bersangkutan merinding ngeri. "Mereka pasti sudah mengetahui identitas dan lokasi rumah kalian, serta informasi penting lainnya. Karena itu, upaya perlindungan biasa seperti mengamankan kantor dan rumah tidaklah efektif," Richard menjeda ucapannya untuk membangun tensi. Benson menelan ludah, "Lalu...apa saran perlindungan yang kau maksud?" Richard menghela napas panjang sebelum menyampaikan tawarannya. "Cara terbaik adalah dengan menyembunyikan identitas dan lokasi kalian. Aku menawarkan untuk melakukan perlindungan rahasia dengan jati diri baru." Sarah mengernyit tak mengerti, namun Benson sepertinya mulai mencernanya dengan serius. "Jati diri baru? Maksudmu seperti masuk program perlindungan saksi?" tanya Benson memastikan. Richard mengangguk mengonfirmasi. "Tepat sekali, Tuan Williams. Dengan identitas baru, lokasi persembunyian baru, bahkan nama dan penampilan baru yang menyamarkan kalian, maka Danny tak akan bisa menemukan jejak kalian." Sarah terperangah mendengar penjelasan itu. Mengubah identitas mereka secara total? Itu terdengar sangat berbahaya dan tak masuk akal! Namun Benson tampak mempertimbangkannya dengan serius. "Hanya dengan begitu kah kita bisa terbebas dari bahaya yang mengancam?" tanyanya gamblang. Richard mengangguk yakin. "Percayalah, aku pakar dengan siasat seperti itu. Penyamaran identitas adalah satu-satunya cara terbaik untuk sembunyi dari musuh sekelas Danny O'Casey." Benson terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata dengan nada mantap. "Baiklah, aku terima tawaran perlindungan identitas barumu, Woodford." Sarah melongo tak percaya. Apa Benson benar-benar akan mengambil cara senekat itu? Mengubah identitasnya secara total? "Bersiaplah, karena mulai besok, kalian berdua harus rela menanggalkan identitas lama kalian!" Richard menyeringai penuh percaya diri. Sebuah tawaran mengejutkan yang mengubah segalanya bagi Sarah dan Benson. Tidak pernah terbersit di benak mereka bahwa mengorbankan identitas adalah syarat untuk selamat dari ancaman kematian oleh Danny. Akankah dengan identitas baru mereka bisa terhindar dari bahaya yang mengancam nyawa? Ataukah malah akan semakin memerosokkan mereka ke dalam bahaya yang lebih besar lagi? Sarah masih terpaku dengan mulut setengah terbuka, tidak percaya dengan keputusan Benson untuk menerima tawaran mengubah identitas mereka secara total. Sungguh sebuah langkah yang sangat ekstrem dan mengejutkan! "Tu-Tuan Williams, apa Anda benar-benar yakin dengan tawaran ini? Mengubah identitas secara permanen seperti itu rasanya terlalu...berbahaya," Sarah memberanikan diri menyuarakan keraguan di hatinya. Benson meliriknya sekilas sebelum kembali menatap Richard dengan sorot mata penuh determinasi. "Sarah, percayalah ini satu-satunya cara agar kita bisa terbebas dari ancaman Danny. Kau lihat sendiri betapa pembunuh bayaran seperti dia tidak akan berhenti sampai berhasil membalas dendam." Richard mengangguk membenarkan. "Nona Sarah, identitas lama kalian memang harus dibuang untuk mengelabui musuh. Dengan begitu, mereka tidak akan bisa melacak keberadaan kalian." Sarah menggigit bibirnya dengan cemas. Sebagai seorang gadis miskin, dia tidak pernah membayangkan harus menanggalkan identitas aslinya seperti ini. Bukankah itu terlalu berlebihan? Melihat kegelisahan di wajah Sarah, Benson menghampiri dan meletakkan tangannya di bahu sang sekretaris. "Aku tahu ini keputusan yang berat, Sarah. Tapi demi keselamatan kita berdua dari ancaman Danny, kita harus mengambil risiko seperti ini," tutur Benson dengan nada lembut menenangkan. Sarah menghela napas panjang. Pria kaya ini memang benar. Keselamatan adalah prioritas utama sekarang mengingat Danny sudah meloloskan diri. Haruskah dia meninggalkan identitasnya sebagai Sarah si gadis miskin demi menghindari bahaya mematikan itu? "Baiklah, Tuan Williams. Jika memang ini jalan terbaik, saya akan menuruti saran Anda," putus Sarah pada akhirnya dengan berat hati. Benson mengangguk puas mendengar keputusan bijak Sarah. "Terima kasih atas pengertianmu, Sarah. Percayalah, aku tidak akan membiarkan Danny mengancam nyawa kita berdua!" Richard tersenyum puas, tampak sangat menikmati pembicaraan ini. "Kalau begitu, persiapkan diri kalian. Besok, seluruh kehidupan lama kalian akan berakhir, digantikan oleh identitas dan kehidupan baru yang terlindung dari kejaran Danny." Sarah menghela napas dalam-dalam, berharap keputusan besarnya ini tidaklah salah. Demi keamanannya sendiri, dia harus rela mengorbankan identitas asli yang selama ini dibanggakannya sebagai gadis miskin dengan penuh perjuangan. Di sisi lain, Benson menatap jauh ke arah jendela dengan sorot mata menerawang. Betapa pengorbanan harus kembali ditempuhnya demi menghindari tragedi seperti yang telah merenggut putra tersayangnya. Mulai saat ini, nama 'Sarah' dan 'Benson Williams' hanyalah masa lalu bagi mereka. Jejak kehidupan lamanya akan segera terhapus, diganti dengan identitas baru untuk melindungi diri dari ancaman maut Danny O'Casey yang kian mendekat. Takdir baru penuh bahaya tengah menantinya di depan sana. Sarah hanya bisa berharap, semoga pengorbanan besar ini pada akhirnya akan membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD