“Lakukan sekarang.” Perintah regan pada tif yang sedang berdiri penuh keraguan di hadapannya. Wanita itu menggigit bibir bawahnya sambil berpikir keras mencari alasan yang tepat untuk ia katakan pada Regan. “Besok aja, aku bisa bilang waktu ketemu dia.” “Ga bisa. Ga ada acara ketemu-ketemu.” Larangnya. Pria itu menyuruh tif untuk membatalkan acara pertunangannya yang sudah hampir siap di gelar akhir minggu ini. Hanya saja sejak tadi siang, setelah mereka pulang dari apartemen tif untuk mengambil barang yang ia butuhkan, tif menunda-nunda melakukan itu. Ia hanya butuh sedikit waktu lagi agar pesta itu seratus persen selesai dipersiapkan sebelum ia membatalkan pertunangannya. “Aku mau bilang apa sama dia sekarang?” Ini diluar rencana tif. Dia tidak berniat memutuskan pertunangan dengan gi

