Barangkali inilah yang regan tunggu-tunggu selama ini. Saat wanita itu menyerahkan dirinya dan menginginkan dirinya tanpa harus ia paksa seperti beberapa malam lalu. Dengan gesit, regan membawa wanita itu ke ranjang dan melepaskan pakaian mereka berdua. Senyuman masih terukir di bibir Tiffany kala ia melihat pria itu bersemangat melepaskan pakaian mereka. Setelah keduanya tidak tertutupi sehelai kainpun, tif menarik regan untuk berbaring di atasnya. Tif mencium bibir regan, sesekali menggigit bibir bawahnya sambil melarikan jari-jarinya di atas d**a pria itu. Membuatnya menggeram karena siksaan kecil yang diberikan tif. Tidak ingin kalah dari wanita itu, regan mengambil alih permainan. Lidahnya mendorong masuk ke dalam bibir tif dan memaksa wanita itu untuk membalas belaian lidahnya hing

