Tif tahu lambat laun ini akan datang dan terjadi pada dirinya. Semalaman ia tidak bisa tidur karena mual dan entah berapa kali ia keluar masuk kamar mandi untuk memuntahkan sisa makan malam yang hanya sedikit itu. beruntung dirinya mulai mual – mual saat sudah kembali ke apartemennya sendiri. Ia tidak bisa membayangkan jika ia masih menginap di apartemen regan. Bisa – bisa pria itu tahu dan rahasianya terbongkar. Hari ini ia meyakinkan dirinya bahwa ia butuh untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Selama ini ia mencoba melupakan keberadaan janin di perutnya karena ia takut. Jauh dalam lubuk hatinya ia ketakutan mengenai keberadaan anak itu. ia mengasihani anaknya kelak jika ia tidak bisa mendapatkan ayah untuk anak itu. Tif mengenakan baju terusan selutut yang longgar agar perutnya

