kepergian.

948 Words
“gimana bisa hiks hiks papa.......”Azalia terisak sangat kencang,dada nya naik turun. “non yang sabar ya?.”bibi menenangkan, perempuan paruh baya itu membantu Azalia untuk berdiri. “adek gimana bi?papa bilang nya kan mau ngejemput adek?.”tanya Azalia panik, begitu mengingat adik bungsu nya yaitu Aina. ”non Aina....masuk rumah sakit,koma.” “astaghfirullah.” Azalia memegangi dada yang terasa sangat sesak,dalam hitungan detik tubuh nya sudah lunglai tidak sadarkan diri.untung saja sepasang tangan kekar sudah lebih dulu menangkap tubuh mungil itu. “Tuan tolong di gendong bawa ke dalam kasihan nona.” “tunjuk kan kamar nya sekarang!.” “mari tuan!.” Semua orang langsung memundurkan diri saat laki-laki itu masuk dan meletakan tubuh Azalia di kamar yang lumayan besar di balut warna merah muda dan berbagai hiasan dinding. “non!non..bangun sekarang ya Allah...bibi gak tau harus gimana lagi sekarang!cuma non yang bibi punya.”bisik bibi sangat lirih. Seorang tetangga langsung mengoleskan minyak kayou putih di dekat hidung Azalia, berharap itu bisa membantu nya segera sadar kan diri. “papa...papa...” “Ya Allah neng,nyebut sayang...”bisik ibu RT. “papa...papa nyusul mama....”gumam Azalia lirih. “minum!bi tolong bawain neng Lia minum!.”pinta Bu RT. “kenapa papa yang pergi....” “astaghfirullahaladzim,nyebut ya neng...”sembari menyuapi Azalia minum, Bu RT berceloteh. “ya Allah kenapa papa ku yang di ambil....” semua orang yang ikut mengantarkan Azalia ke kamar tidak dapat menahan tangis nya.Azalia sudah di tinggalkan sang ibu sejak kecil,dia hanya hidup dengan papa dan juga ibu tiri nya dan sekarang giliran sang papa juga yang di ambil.entah apa yang akan terjadi pada gadis manis ini,dia sudah kehilangan dua pilar terkuat nya untuk bertumbuh. “neng yang sabar ya?ikhlas,semua ini sudah garis takdir.”bu RT berusaha untuk menenangkan. “mau ngeliat papa neng?.papa nya Eneng sudah di mandiin sama pihak rumah sakit tadi!ayo biar ibu bantu.” di papah oleh Bu RT,Azalia di bimbing untuk ikut turun ke bawah guna melihat sang papa untuk terakhir kali nya.para pelayat sudah berdatangan,duduk di dekat jenazah.tapi yang paling menarik perhatian adalah kehadiran perempuan patuh baya dengan pakaian yang sangat glamor sedang terisak-isak di dekat jenazah,dia adalah ibu tiri dari Azalia. “mas!hiks hiks...” “papa.”tubuh Azalia mendadak luruh di dekat lantai. “Ya Allah papa!!.kenapa papa pergi hiks hiks,Lia sama siapa di dunia ini?.papa kenapa papa cepet banget nyusul mama."Azalia terisak sangat histeris. semua orang yang ada di sana hanya terdiam, membiarkan beberapa keluarga terdekat dan juga kerabat melihat wajah jenazah untuk terakhir kali nya.gio dan Dita yang datang paling terakhir,mereka masih memakai baju yang sama saat terakhir bertemu azalia.untung saja mereka tadi melihat berita di tv,jadi lah mereka tau apa yang terjadi pada sang sahabat. setelah jenazah di shalatkan,semua orang yang kenal dekat dengan beliau langsung ikut mengantarkan menuju komplek pemakaman terdekat.di mana ibu kandung dari Azalia juga di makam kan di sini. tangis Azalia kembali pecah.dia adalah seorang putri yang baru saja kehilangan sandaran hidup terbaik yang di miliki nya,sang ayah.sekalipun hubungan mereka tidak dekat,hanya papa tempat Azalia bercerita. pa....yang tenang ya?Azalia gak tahu pendapat orang tentang papa itu apa.tapi yang pasti,papa orang hebat,papa baik.insyaallah kalau papa ada salah sama Azalia, Azalia sudah maafin. bisik Azalia di dekat nisan. “maaf semua nya, sebagai perwakilan dari keluarga yang sedang berduka cita.saya mewakili keluarga mendiang Hernadi meminta maaf sebesar-besarnya kalau beliau semasa hidup mempunyai kesalahan baik yang di sengaja ataupun tidak,untuk masalah hutang-piutang silahkan nanti di selesaikan dengan pihak keluarga." Gio—sahabat baik dari Azalia,mengambil posisi.mengucapkan permintaan maaf mewakili keluarga Azalia,karena sejak tadi keluarga besar dari Hernadi tampak acuh tak acuh.lagi dan lagi Gio adalah seorang penyelamat untuk teman-teman nya. begitu selesai di doakan,para pelayat undur diri.hanya Azalia,Dita dan gio yang ada di sana walaupun tidak lama mereka kembali berjalan pergi meninggalkan area pemakaman. ****** pemakaman baru selesai sehabis shalat isya'.acara tahlilan di rencanakan nya akan di adakan mulai besok,guna mendoakan arwah yang sudah pergi. “lia,mandi dulu sana!.”ajak Dita. tanpa suara,Azalia bangkit menuju ke kamar mandi. “gimana? kira-kira kalian berdua bisa gue tinggal gak?kasihan nyokap gue di rumah sendirian nanti,tuh liat...lagi mondar-mandir kagak jelas."tunjuk gio pada sang ibu yang juga ikut membantu berberes. “kamu pulang aja gak papa deh,Azalia biar aku yang urus.dia sudah kelihatan stabil.” “soal Aina gimana?kasihan banget tu anak gak ada yang nungguin di rumah sakit."tanya gio kasihan. “besok kayak nya si Lia mau ngejenguk dia sebentar deh.” “ya sudah,gue sama nyokap pulang dulu titip salam buat si Azalia ya.”tangan kekar gio terangkat, mengacak-acak rambut Dita,membuat gadis itu langsung memekik kesal. “gio pulang?."tanya Azalia lemah. “iya,kamu makan dulu gih.tadi sebelum pulang gio beliin kita nasi bungkus,ayam goreng kesukaan mu!.”ajak Dita semangat. dua bungkus nasi yang di belikan oleh gio perlahan mulai di buka.ada ayam goreng,sambal ijo,sayur nangka,dan yang pasti daun singkong. “makan ya Lia,biar semangat."ujar Dita. “anak nya si Mirna kemana sih?!bapak nya ninggal kok gak ada heran banget deh.”belum juga suapan nasi masuk ke dalam mulut,suara tetangga kembali terdengar. “iya,kan walaupun tiri tetap saja nama nya bapak!.” “heran deh si Mirna,suami nya ninggal anak nya gak di suruh pulang.si Hana itu kerja nya apaan sih?.” “gak tahu deh, kalau gak salah si model.” Azalia menghela nafas panjang,tatapan mata nya menerawang jauh.satu sudut bibir Azalia terangkat tinggi,tanpa sadar senyum sangat sinis terukir,mungkin karena sedang berduka, Azalia sampai melupakan satu hal.tidak ada kakak tiri nya tidak ada di sana,padahal dia adalah kesayangan papa tapi lihat lah ketika sang ayah meninggal dunia, perempuan itu tidak datang. “ada apa Hem?.”tanya Dita.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD