Pagi hari.
Di temani oleh Dita, Azalia pergi menggunakan motor.kedua gadis itu memakai helm,dan mulai membelah kepadatan kota menggunakan motor Scoopy warna merah hitam kesayangan Azalia,setelah berziarah sebentar ke makam papa,mereka berangkat ke rumah sakit.guna melihat keadaan Aina,adik satu ayah dengan nya.
“ya Allah dek...kenapa nasib kita begini banget?.”
Dita berdiri agak jauh, membiarkan Azalia menghabiskan waktu menatap Aina yang sedang terlelap.adik kesayangan Azalia itu sedang koma dan tentu saja menjadi pukulan berat bagi Azalia.
“lia,soal biaya nya gimana?.”tanya Dita begitu mereka duduk di warung es.
“sebentar!aku mau mesen dulu!.”
Azalia beranjak ke tempat penjual,memesan dua porsi es dawet seharga lima ribuan.tidak lama dia sudah kembali sembari membawa dua buah kantong.
“ini minum dulu aja,jangan di buat pusing.”ujar Azalia.
“hufhhh, gak pusing gimana coba Azalia,aku kasihan banget sama kamu nanti.aina masuk rumah sakit,koma.bayangin aja biaya nya pasti mahal banget,di tangah papa kamu sudah gak ada.”ujar Dita kebingungan.
“kamu gak perlu khawatir,biasa nya kalau petinggi dapat dana pensiun atau dana kematian,lumayan sih apalagi papa kan sudah lama kerja di sana.mungkin cukup buat biaya perawatan Aina kalau sudah habis, setidaknya nanti aku bisa nabung dulu.lagi pula untuk makan sehari-hari kakak tiri ku kan sudah jadi model,aku juga punya usaha sendiri.jadi kamu gak perlu khawatir,mungkin saja keuangan kami membaik.”azalia menjawab sangat santai.
dia sudah mempunyai usaha kecil-kecilan,toko bunga yang menerima pesanan bouqet baik secara offline ataupun online.di tambah lagi,di toko bunga dia juga membuka lapak gorengan dan juga aneka sosis.dia setidaknya sudah punya penghasilan sendiri.
“tapi ku rasa kalau cuma ngandelin toko bunga gak seberapa deh,kalau jualan gorengan si iya kan memang lumayan rame.tapi kamu nanti mau kuliah lia,itu gak bakalan cukup."
“aku akan jualan di sekolah dasar saja.”singkat Azalia berusaha untuk mencari ide.
“semoga aja yah!."
*******
cit...
Azalia menghentikan motor nya tepat di halaman rumah,ada banyak orang yang berkumpul guna membantu.komplek perumahan ini meskipun elit,sistem kekeluargaan yang mereka miliki sangat terasa.
“neng baru pulang?.”
“iya Bu!habis ngeliat si Aina tadi.”
“oh gimana keadaan Aina?.”
“belum ada perubahan bu.”jawab Azalia,dia hendak melangkah masuk ke dalam kamar tapi terhenti saat mendengar suara mobil,bukan satu melainkan banyak.
“siapa itu?.”gumam Azalia.
“ambil semua barang berharga yang rumah ini miliki termasuk mobil dan lain sebagainya!.”
“maaf tuan siapa anda?.”
Azalia langsung mendekat,dia terkejut bukan main.melihat ada berbagai macam orang berseragam hitam,mengambil berbagai barang berharga di rumah nya,mulai dari TV,kulkas dan berbagai hal lain.dan tentu saja itu di sambut dengan teriakan histeris dari mama Mirna.
“apa-apaan ini hah!.”bentak mama Mirna.
“tolong beritahu saya sekarang,siapa anda?.”azalia mendongak.
“apa kau benar-benar tidak mengenal ku?.”tanya pria tampan itu.
“tidak.”
“Dylan Einstein Wang.”jawab nya tegas.
Dylan?.tampan....
Azalia tanpa sadar memuji ketampanan yang dimiliki oleh laki-laki bernama lengkap Dylan Einstein Wang.rahang tegas,hidung mancung yang overdosis, contur wajah perpaduan antara Asia dan juga cina,tubuh tinggi semampai,netra kecoklatan,rahang tegas di dukung dengan tubuh tinggi nan kekar.siapa saja pasti akan sangat terpesona,begitu juga dengan Azalia yang menatap pria di hadapannya ini tanpa berkedip sedikit pun.
“ehem.”dehem Dylan.
“lalu?ada urusan apa anda datang kesini sekarang?.”
“menyita semua barang yang ada di rumah ini,mobil dan motor termasuk."jelas Dylan lagi.
“anda sudah gila! bagaimana bisa kalian melakukan ini,ini rumah ku tidak ada yang berhak ikut campur.siapa kau hah!kau tidak berhak mengambil apa yang bukan milik mu!.”teriak mama Mirna histeris, dia berjalan mendekat ke arah Dylan hendak menyerang nya tapi sayang gerakan mama Mirna kalah gesit dengan gerakan bodyguard Dylan yang sigap menghalangi.
“jangan berani-beraninya anda menyentuh tubuh saya!.”teriak Dylan tidak terima.
“siapa kau hah! ini rumah ku!.”
Dylan terkekeh sangat pelan,tapi tidak dengan raut wajah nya yang penuh emosi.dylan adalah tipe laki-laki higienis,tidak ada yang boleh menyentuh tubuh nya sedikit pun.
“anda mau tahu? perkenalkan saya Dylan Einstein Wang pemilik dari perusahaan tempat suami mu bekerja.”
Semua orang yang ada di sana,langsung terperangah saat melihat CEO besar sekalas Dylan Einstein Wang.pria blasteran cina Indonesia,yang di kenal sebagai seorang laki-laki kaya raya nan tampan.di tambah lagi, perusahaan-perusahaan besar sangat menginginkan seorang Dylan Einstein Wang untuk di jadi kan sebagai seorang investor.bukan hanya itu,para wanita rela merendahkan harga diri nya serendah mungkin hanya untuk dapat bersama Dylan,jika bisa menjadi kekasih Dylan artinya bersiap mendapatkan banyak limpahan kasih sayang dan juga harta.
“tahan wanita itu!jangan sampai lepas.”titah Dylan.
“saya tahu kalau anda adalah CEO perusahaan tempat ayah saya bekerja,tapi kenapa anda merasa berhak mengambil alih rumah ini bahkan mau mengusir kami?!.”tanya Azalia kesal.
“ada dua pilihan! kosongkan rumah ini segera atau besok rumah ini akan rata dengan tanah!."titah Dylan kesal,mata tajam nya bertatapan langsung ke arah manik lembut milik Azalia.
“rata dengan tabah, dengarkan saya baik-baik anda tidak berhak mengambil alih rumah saya!.”tekan Azalia tidak suka.
“rumah anda?."
Dylan maju tiga langkah ke depan, mendekat ke arah Azalia.
“dengar kan ini baik baik, ayah anda sudah menggelapkan dana perusahaan sebesar sepuluh miliar.dan kedatangan saya ke sini sudah jelas untuk menagih nya!dia sudah membuat perusahaan saya rugi besar,rumah ini dan seisinya saja tidak mampu membayar kerugian yang saya alami.”jawab Dylan lugas.
degh.......
apa?.
tubuh Azalia terasa lunglai,dia baru saja kehilangan ayah nya untuk selama-lamanya.adik kesayangan nya sedang koma di rumah sakit,dan sekarang Dylan membawa berita yang sangat besar untuk Azalia dan keluarga.
“nggak mungkin papa ku gak mungkin ngelakuin itu.”
“dia seorang koruptor,kami punya banyak bukti penggelapan yang di lakukan.Chen, keluarkan bukti-bukti yang kita miliki pada perempuan ini!.”
titah Dylan pada laki-laki di sebelah nya, seorang pria muda yang tidak kalah tampan mengulurkan berbagai bukti mulai dari dana masuk ke rekening pribadi, kerugian perusahaan dan lain-lain.
“apa?...papa....”gumam Azalia terkejut.