tawaran

702 Words
“jangan ambil rumah ini,rumah ini pemberian kakek ku untuk ibu ku.jangan ambil ini.”gumam Azalia menggeleng. Memang rumah yang di tempati oleh mereka saat ini bukan lah rumah asli milik pak Hernadi.melainkan rumah peninggalan kakak dari mama Azalia yang sudah meninggal dunia,rumah ini adalah harta terakhir yang di tinggalkan oleh mama nya.tentu saja Azalia tidak mau kalau sampai rumah ini di rebut oleh siapapun. “jangan ambil rumah ini!.” “apa di sini mempunyai ruangan pribadi?.” “apa maksud anda?.” “ruang kerja misal nya.”jawab Dylan penuh perhitungan. “kalau ada,kita bisa berbincang di sana itupun kalau anda tidak mau semua keburukan mendiang tuan Hernadi ketahuan.”singkat padat dan juga jelas. “baik ayo!.” Azalia mengantarkan kedua tamu nya untum masuk ke ruang kerja sang ayah,hanya Dylan yang ikut masuk sementara sekertaris Chen berdiri di sebelah pintu yang tertutup rapat. “ayah mu menggelapkan dana perusahaan sebesar sepuluh miliar,dan kau sebagai satu-satu nya ahli waris wajib membayarnya ” “apa tidak ada keringanan tuan?papa saya sudah meninggal dunia.” “tapi orang yang di rugikan ayah mu masih hidup sampai sekarang.” Sepuluh miliar?bahkan kalau sampai aku jatuh miskin,masih banyak yang harus ku bayar. Azalia bingung bukan main. “kalau anda tidak mau,saya mempunyai satu penawaran yang tidak kalah menarik.”dylan merubah posisi duduk nya. “ini adalah pilihan terakhir.saya menginginkan keturunan,dan untuk itu saya butuh rahim untuk menjadi tempat benih saya tumbuh.jadi kalau anda mau melahirkan anak untuk saya, hutang sepuluh miliar papa anda.akan saya anggap lunas, otomatis saja ya...rumah ini beserta isi nya,termasuk toko bunga anda akan aman.saya juga akan menganggung biaya pengobatan aina.” degh. bagaimana bisa laki-laki itu tahu apa yang ku takut kan?. Azalia terkejut. “saya tahu yang anda khawatirkan,setelah tujuh hari meninggalnya papa anda.silahkan datang ke perusahaan untuk menemui sekertaris saya,dan anda wajib sudah punya keputusan saat itu.kalau memang belum, siap-siap anda mungkin akan di penjara.”singkat Dylan. ******* “hufhhh...ada banyak sekali pesanan yang harus selesai.” Azalia tidak dapat melupakan kewajiban nya untuk segera menyelesaikan pesanan bouqet bunga.mengingat delapan hari lagi juga dia akan perpisahan. “sabar Lia,mau gimana lagi.” “iya aku tahu.aina sekarang koma,butuh uang banyak.biaya tahililan papa juga butuh uang,tabungan ku bisa-bisa habis.”keluh Azalia. “mau gue bantu gak?kalau buat beli beras sama keperluan pokok lain nya,cukup kok.” “huhhh,kenapa si kakak tiri kamu gak pulang pulang dari luar negri?gak tahu apa kalau papa nya ninggal?."gerutu Dita kesal. “hushh...aku aja gak tahu kakak di mana.”sahut Azalia asal. “kahiyang gimana sih?heran banget deh gue.dia kan kakak elu,meskipun tiri dia juga yang ngehabisin uang bokap lu,dan sekarang dia pergi gitu aja.sumpah tu orang gak lucu banget.”gumam gio kesal. “aku juga gak tahu." Azalia menjawab jujur.dia memang tidak tahu dimana keberadaan Kahiyang,yang di dengar nya dulu Kahiyang pergi ke luar negri untuk menjalani karir nya sebagai seorang model,dan tentu saja itu mendapatkan dukungan penuh dari semua orang. “mba beli sosis!!.” “sebentar.urus ini semua ya!.” Azalia langsung keluar dari dalam toko bunga,melayani anak-anak kecil yang sedang berbelanja sepulang sekolah. “mau sosis apa?.” “sosis ayam nya lima!.” “sosis bakso nya dua.” “aku mau sosis udang 3, sosis kulit nya 2.” “aku mau sosis bintang sama panda campur mba sepuluh ribu.” “aku mau sosis udang 3,sosis ayam 2.” Lia kapan sebenernya lu sadar kalau gue suka sama elu. gio memandang Azalia. gio,kapan kamu ngeliat aku sekali saja?kapan kamu kandang aku kayak kamu kandang Lia sekarang. Dita menatap ke arah Gio. “ini! makasih ya?.”setelah selesai menggoreng, Azalia langsung memasukan ke kantong plastik kecil sesuai pesanan,di isi juga dengan saus dan kecap. “iya kak.” “hufhh...” “kalian berdua kenapa?."tanya Azalia bingung. “gak,gue cuma fokus aja ngeliatin elu ngelayanin mereka.soal nya pas banget,elu kan lagi cantik cantik nya.”azalia langsung tertawa. “apaan si gio,kamu makin kesini makin aneh tahu."gerutu Dita. “gue gak aneh,cuma jujur aja.azalia kan memang secantik itu,mungkin lu aja yang gak sadar.” “kamu tu yang berlebihan,semua cewek ya cantik kalau ganteng berarti jadi-jadian.”sewot Dita.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD