Namanya Indra Diyaksa seorang lelaki keturunan timur tengah yang bekerja sebagai kontraktor, usianya sudah dua puluh tujuh tahun saat ia berhasil mencuri hatiku. Banyak tetangga yang mencibir saat tau Mas Indra mendekatiku, mereka bilang aku hanya akan dijadikan mainan olehnya. Sebagai hiburan semata dikala ia menjalankan tugas lalu akan meninggalkan aku kala tugasnya telah usai. Tidak bisa kupungkiri ada ketakutan serupa yang kurasa, tapi hati ini terlanjur jatuh padanya, aku terlalu nyaman dengan kehadirannya segala perhatian dan kasihnya. "Mas, terus terang aku takut. Jangan-jangan benar yang orang bilang, Mas cuma anggap aku hiburan saja. Tidak serius dengan hubungan kita." Aku meluapkan keresahan padanya, saat suatu sore ia mengajakku berjalan-jalan di kota dengan sepeda motor

