Penjelasan

1031 Words
Ria terus membujuk Brian agar dia bisa melakukan yang terbaik 1 sama di situ dia Brian agar dia mau Mau bukti apa kata wanita tersebut pada Sisinya kehidupan yang semakin mendalam dan kejadian itu tidak akan akan membuahkan hasil yang sangat kuat di sisi lain pula kejadian tersebut bisa diandalkan Entah kenapa di dalam kehidupan yang mendalam bisa dianggap sebagai kekuatan tersendiri Jangan dianggap semua itu bisa berbaik hati dan disisi lain pula kejadian tersebut tidak tahu harus berkata apa apa dan menjadi suatu keinginan yang diberikan satu sama lain Perjuangan Dan perjuangan akan terus kita Anda yang diberikan Keuntungan pada dirinya Brian merasa tidak puasa menahan ni lagi di sisi dia langsung merebahkan tubuh kekasihnya ke tempat tidur dan dia langsung beraksi kembali seperti di awal tadi. "Aaarggh.... teruskan saja Brian aku tahu kau juga menginginkannya kita ini juga paham kenapa kau masih ingin melakukannya terus bersamaku terus lanjutannya sampai di mana kejadian tersebut akan terus membuahkan hasil yang begitu sangat baik apa saja aku tahu itu pasti menginginkannya juga." Ucap Ria yang sangat tidak menentu. Desahan itu begitu sangat kuat Entah kenapa yang dirasakan Brian begitu sangat nikmat entah kenapa di kehidupan dia baru untuk pertama kalinya merasakan dimana. dari sebuah ini semua nikmat, Entah kenapa saat itu itu di sisi hatinya Ria begitu sangat membuatnya b*******h dan dirinya semakin bergejolak di pada. saat mereka harus mengetahui gimana perasaan mereka terletak. "Aarrghh..... sebentar lagi aku akan keluar aku tidak kesalahannya." Ucap Brian. Akhir nya Bryan memuntahkan cairan kental yang ke arah wajah Ria begitu dalam perasaan menjelasakan mereka berdua begitu sungguh nikmat tidak puas perasaan yang mereka tahan lagi, Brian perlahan menarik nafas dan tidak tahu harus berkata apa lagi untuk lakukan Apa pun tubuh nya yang bercucuran keringat sebaik nya Ria yang terus melemah dan tidak berdaya lagi di atas tubuh Brian yang kekar tersebut Setelah makanan sampai mereka berdua menyantap makanan yang akan di makan ini tidak tahu harus berkata apa, Ria memang menjadi orang yang beruntung mendapatkan perhatian luar biasa dari kekasihnya yang super cuek kepadanya. "Syukurlah, aku juga awalnya ragu dengan kejutan yang aku buat ini, dan akhirnya kamu menyukai nya juga, terima kasih juga kamu sudah mau menerima hal sederhana ini." "Sederhana apanya? Ini sangat mewah membuat aku terkagum saja, jarang sekali kau memberikannya kepadaku, bagaimana lagi aku cara berterima kasih kepadamu. Memang menjadi terbaik untukmu itu sangat susah, perjuangan aku untuk mendapatkan perhatianmu yang lebih saja aku tidak bisa. "Hm... kamu ini sudahlah membahas membahas itu, sekarang kita habiskan malam romantis ini berdua." Ucap Brian dengan nada yang berat. Setelah selesai mereka menyantap makanan, Brian duduk di sofa yang mengarah pemandangan kota di depan matanya, dan Ria menghampirinya dan duduk di samping Brian, sambil memeluk tubuh kekasihnya itu. "Sayang, sekali lagi terima kasih. Jangan pernah tinggalkan aku tetap menjadi Brian yang aku kenal, aku tidak ingin di sakiti lagi. Jauh di pikiran aku juga untuk menyakiti hatimu yang sudah tulus." "Jangan di pikirkan hal itu, aku malas untuk membahasnya dan apa yang selama ini sikapku itu sudah mendarah daging, aku berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kamu Ria." Ucap Brian yang berusaha meyakinkan hati Ria yang masih meraguinya. Di dalam pikirannya hanya menutupi kesalahna dirinya, bayangan tertuju kepada Kayla, dia begitu sagat penasaran apa yang telah di lakukan oleh Kayla. Di dalam hatinya merutuk terus menerus, Aku susah memahami, bagaimana pun Kayla teman nya. Jangan pernah berpikir akan tetap terus mendapatkan yang terbaik untuk dia. Ria pun yang melakukan itu, agar semua kejahatannya yang dia buat akan terbongkar. Entah apa yang di pikiran Brian dan apa rencana yang akan di buat. Dan kita tunggu smpai dia tau bahagaimana akhirnya akan mendapatkan sesuatu tersebut. Brian memejamkan matanya sebentar saat mendengarkan alunan musik dan suasana pemandangan yang sangat indah, Ria yang terbawa suasana langsung duduk di pangkuan Bria, pria itu sangat terkejut dan dia berkata "Kamu kenapa? Tidak biasa seperti ini." "Apa kamu tidak menginginkannya?" Tanya Ria dengan wajah penuh menggoda. "Sudahlah, duduk di sampingku saja, jangan memasangkan wajah menggoda begitu, aku rasa kita tidak perlu melakukan hal yang aneh di sini." "Kenapa? Tidak ada yang tahu juga, aku tahu pasti kamu juga menginginkan." "Ria! Jangan duduk di depanku, kamu hanya menghalangi pemandangan kota yang begitu indah, tidak pernah aku mendapatkan suasana yang sangat nyaman ini, sekarang kamu pilih mau pulang atau menghabiskan waktu ini di sini dengan tenang." "Hm... iya aku ingin menghabiskan waktu bersamamu saja, kenapa kamu tidak seperti pria yang lain di luar sana ?" Tanya Ria dengan wajah yang sangat tidak menyenangkan. "Apa yang kamu pikirkan sekarag ini tetaplah menjadi wanita yang lemah lembut dan tidak akan membuat masalah. Paham?" "Oke baiklah." Di detik-detik terkahir Ria meletakkan minuman di hadapan Brian membuat dia terbaring lemah dan berkata "Ria kenapa aku merasa lelah, aku merasa ingin beristirahat dulu. Jika kamu ingin pulang pergilah atau kau ingin menemani aku di sini?" Tanya Brian yang sudah merasa pusing. Ria tersenyum miring da berkata "Kenapa sayang? Ayo... aku antarkan ke dalam ruangan agar kamu bisa beristirahat dengan nyaman, dan aku akan menemanimu sampai kamu tidak merasa sakit lagi." "Oke baiklah." Ria mengantarkan Brian ke tempat tidur yang sudah di siapkannya, di dalam hatinya berkata, Hahaha... ini rencana yang sudah lama ingin aku lakukan, apapun yang membuat aku bahagia, dan aku sangat ingin mendapatkanmu seutuhnya. Akan aku serahkan semuanya untukmu Brian. Dada Brian semakin sesak dan dadaku panas, dia langsung membuka bajunya dan berkata "Aku sangat pusing dan dadaku panas. Tidak tahan lagi aku ingin melepaskan semuanya agar aku merasa nyaman, Ria dekap aku jangan lepaskan aku." Ria langsung memeluk erat tubuh Brian, wanita ini merasa puas apa yang di rencanakan nya berjalan dengan baik, di dalam hatinya berkata Brian akhirnya kamu terjebak di perangkap aku hahaha... Semua yang di lakukan nya Ria untuk membuat Brian menjadi miliknya seorang, posisi mereka sudah berada di atas tempat tidur, Ria mengelus lembut tubuh Brian dan dia berkata "Brian, sampai kapan pun kamu satu-satunya untukku saja, dan secepatnya Kayla akan aku singkirkan secepatnya." Brian yang baru setelah sadar sambil memegang kepalanya, dan dia berkata "Aw... kepala aku semakin sakit, apa yang sedag kamu lakukan Ria." "Ikuti saja aku, tetap lah tidur dengan tenang, aku akan menyerahkan semuanya untukmu Brian."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD