Brian berusaha menolak dengan tubuh yang sangat lemah, lalu berkata "Ria! Berhentilah jangan melakukan hal ini."
Ria yang sudah berada di atas tubuh Brian, dengan ganas nya wanita itu menyelinap ke arah leher jenjang milik Brian. Kecupan yang di berikan itu membuat Brian merasa sensasi yang berbeda.
Brian baru sadar dia langsung mendorong tubuh kecil Ria yang ingin mengecup bibir nya, "Stop!!!" Teriak kan Brian yang sangat kuat membuat Ria terkejut, tubuhnya yang sudah terjatuh di lantai dan wajah yang sangat syok itu berkata "Brian! Kenapa kamu tega sekali melakukannya kepadaku." Ria langsung menundukkan wajahnya sambil menangis.
"Kamu tidak pernah mengerti apa yang aku katakan, berhentilah egois! Aku tidak bisa melakukannya."
"Kenapa?" Tanya Ria dengan suara lantang.
"Aku memang benar belum siap!"
"Hm... kenapa dengan aku saja seperti itu, dengan wanita lain kamu bisa memperlakukannya dengan baik. Contohnya saja kamu dengan KAYLA bisa dirimu menjadi orang yang berbeda, terkadang aku sedih."
"Oo... ini yang menyebabkan kamu ingin mencelakakan Kayla?" Ucap Brian dengan sinis.
Dengan wajah panik Ria berkata "Eehm ...Eehm ... tidak karena itu, dia memang ingin menjahati aku, dari dia memilih untuk menemui kamu di tempat lain itu sudah menunjukkan kalau dia ingin merebut kamu dari tanganku."
"Kamu sangat salah, dia tidak seperti itu. Aku hanya kasihan melihat dia yang tidak pernah merasakan bahagia sejak dulu. Memang aku tidak mengenal dia sejak di bangku sekolah dulu, tetapi semenjak satu kampus ini dan dia menjadi temanmu, aku sangat paham dia akan terus saja menjadi orang yang tidak pernah memikirkan masalah orang lain, dan sampailah dia terkena masalah ini, tidak ada satu pun yang ingin membelanya. Padahal dia tidak bersalah."
"Apa! Kamu kenapa berpihak dengannya? Aku ini kekasihmu sampai hati kamu berbuat seperti itu. Brian perlu kamu tahu aku yang terlebih mengenal dia, jadi aku lebih tahu apa maksud dia sekarang."
Brian hanya menggelengkan kepalanya, lalu dia berkata, "Huft... aku tidak mengerti harus bagaimana. Terserah kamu saja! Aku harap jangan sibuk mencari kesalahan orang lain. Sekarang hubungan ini akan terus berjalan dengan baik. Jika kamu masih tetap seperti itu, aku akan ikhlas untuk kehilanganmu.
Suasana pagi yang sangat cerah, Brian perlahan-lahan membuka matanya melihat Ria yang sedang tertidur di bahunya. Wajah Brian sangat terkejut dan dia berkata "Ria, bangunlah!"
"Ehm... aku masih mengantuk, biarkan aku tertidur sebentar lagi."
"Kamu tidak ingat kalau hari ini akan ke kampus, sudahlah jangan membantah aku."
"Oke baiklah."
Brian langsung bersiap-siap untuk memasang kan pakaiannya kembali, sambil menunggu Ria yang sedang bersiap hati pun sangat gelisah, "Ria, cepatlah!"
"Kamu ini tidak sabar sekali menunggu." Rutuk Ria yang masih setengah sadar. Setelah mereka selesai bersiap dan segera pulang, dan untuk menuju kampus.
Suasana kampus itu, Kayla yang sedang duduk di taman kampus dan dia termenung sambil menyesali hatinya.
Memang tidak bisa lagi Kayla untuk bertahan diri sendiri, Aku sangat lelah dengan semua ucapan orang kepadaku, tidak ada satu pun orang yang ingin membela diriku, rutuk Kayla yang di dalam hatinya begitu menyesali apa yang dia perbuatanya.
Kayla di kejutkan dengan Brian yang menghampirinya dan berkata "Kenapa sendiri saja di sini?"
Kayla langsung menoleh ke arah belakang dan berkata "Eh... Brian, kenapa kamu tiba-tiba di sini? Nanti Ria salah paham lagi dengan aku. Kalau begitu aku akan pergi."
Brian langsung menarik tangan Kayla, "Tunggu!" Hati yang terasa berdebar-debar saat dia memegang erat tangan Kayla. Jantung yang berdebar, kedua pipi memerah entah perasaan apa yang sekarang mereka berdua rasakan.
"Maaf... lepaskan." Ucap Kayla kepada Brian yang masih saja menahan tangannya yang di genggaman nya.
"Ooh... maaf, aku ingin berbicara kepadamu. Kay... tidak mungkin seorang teman akan marah jika aku mendekati sahabatnya."
"Itu berbeda, aku dan Ria tidak saling sapa lagi, dia hanya ingin membuat cerita kalau aku akan merebut kamu dari dia. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menambah masalah baru lagi. Ingat Brian, kekasihmu itu orang yang cemburuan jangan pernah membawa aku di dalam hubungan kalian."
Kayla langsung saja pergi tidak mau mencari masalah baru baru, Brian yang melihat masih saja menahannya. "Jangan pergi Kay!"
"Lepaskan!"
"Tidak!"Teriak Brian.
Ria yang mencari Brian dari tadi, tiba-tiba melihat Brian yang memegang tangan Kayla. "Brian... lepaskan!!! beraninya di belakangku seperti itu?"
Kayla yang terkejut dan memandang wajah Ria yang marah dan dia berkata "Brian lepaskan aku!"
"Kamu ini kenapa? Tidak perlu berteriak agar semua orang melihat tingkahmu seperti orang yang tersakiti." Ucap Brian bernada keras.
Ria mengajak Brian untuk pergi dari taman meninggal kan Kayla sendiri, mereka berdua berbicara di sebuah ruangan, "Brian! Berulang kali aku katakan kalau kamu jangan pernah menemui Kayla lagi, kamu jangan membuat aku sedih begini Brian, hiks...hiks... aku sudah tidak sanggup lagi kalau kamu hanya mementingkan diri sendiri."
"Kamu hanya salah paham saja Ria, jangan pernah berpikir aku akan berpaling dengan yang lain."
"Itu buktinya kenapa di depan aku saja kamu bisa memegang tangan Kayla." Ucap Ria kepada Brian.
Kayla yang sudah sangat pusing memikirkan kejadian tadi, dia penasaran dengan pemikiran Brian yang yang tidak pernah mau berhenti mendekatinya. Di dalam hatinya merutuk dan berkata, Aku sangat bingung dengan perasaan ini yang terus saja tidak menentu andaikan dia merasakan diri ini selalu salah di mata orang ah... entah lah, aku tidak mengerti apa yang terjadi semua yang telah di lakukannya.
"Hei." Panggil Ray yang tiba-tiba datang menghampiri Kayla.
"Hm... kamu ini mengagetkan aku saja, kenapa lagi?"
"Kamu ini bagaimana bisa setegar ini dengan masalah yang banyak begini? Hehe... kasih resep nya apa?"
"Jangan menggodaku seperti itu, jangan bertanya begitu, siapa yang mau mempunyai masalah Ray ini sudah jalanku jadi aku tidak tahu harus bagaimana menghadapinya, terkadang aku berusaha untuk tetap mengikhlas kan apa yang mereka katakan kepadaku." Ucap Kayla kepada Ray yang berusaha menghibur Kayla.
"Sudah jangan pernah menyerah, hidup itu hanya sekali Kay jadi manfaatkan semuanya dengan senang saja, jangan berpikir kalau aku akan meninggalkan kamu sendiri, aku sangat yakin kalau kamu itu tidak melakukan kesalahan yang selama ini menimpamu." Ucap Ray yang selalu menyemangati Kayla.
"Ray, Kenapa kamu mau berteman denganku?" Tanya Kayla dengan penasaran dengan Ray.
"Hm... aku juga tidak tahu kenapa bisa ya hehehe... sudahlah jangan di pikirkan aku tidak pernah memaksa kamu untuk mendapatkan perhatian dengan orag lain, mereka semuanya hanya ingin menyakitimu saja, sampai di sini kamu sudah paham?"
"Hehehe... kamu ini bisa saja, iya aku paham Ray." Ucap Kayla sambil terkekeh memandangi wajah Ray.