Semuanya Membaik

1026 Words
Ray langsung terdiam untuk pertama kalinya dia melihat Kayla tertawa bahagia, lalu dia berkata "Kay, kalau kamu tertawa begini aku juga merasa bahagia, seperti tidak ada beban yang ada di dalam hidupnya. Tidak ada yang tidak pernah berpikir kalau kamu memiliki masalah seribet ini." Tiba-tiba Kayla langsung tersenyum dan dia berkata "Kamu masih saja ingin menggoda aku seperti itu, aku berusaha untuk tidak pernah berpikir aneh tentangmu, jadi pergilah sekarang sebelum orang lain melihat kamu di sini sedang bersama wanita yang membuat masalah di kampus." "Kay, kamu itu tidak pernah membuat masalah, hanya saja orang tidak ingin kamu bahagia atau memang memiliki dendam yang mendalam kepadamu, jadi kamu berhak untuk tetap bahagia dan memiliki teman yang pantas, bukan seperti Ria hanya baik saat di depan banyak orang agar mendapatkan simpati hm... heran sekali aku memikirkan wanita seperti dia tidak punya hati kepada org lain." "Hm... aku tidak perlu membahas dia, tetap lah menjalani hari-hari seperti orag kebanyak kan agar tidak ada permasalahan baru." "Oke baiklah, oo iya Kay, aku ingin mengajakmu pergi, tapi kalau kamu menolak aku merasa sedih. Aku sudah menganggap kamu itu sudah teman dekat aku." Ucap Ray yang berusaha membujuk Kayla untuk pergi bersamanya nanti. "Iya baiklah aku terima, tapi nanti pulangnya jangan malam-malam takutnya apa yang terjadi akan telat semuanya, selalu berikan yag terbaik untukku, da terimakasih telah membantu aku untuk mendapatkan hal yang menarik selama ini, sejauh ini juga banyak perubahan pada diriku, saat ini juga aku merasa kau akan membantu aku di setiap langkah yang aku pilih." "Oke baiklah aku tidak pernah merasa ragu untuk membantu, aku berpikir nasib kita sama, aku mengalami hal itu dulunya setelah aku bertemu dengan seorang teman yang selalu menjadikan aku satu-satunya dalam hidupnya, akhirnya aku kehilangan dia sebelum aku membalas semua kebaikkan dia kepadaku." "Serius?" "Iya, aku sangat serius, maka nya aku tidak ingin kamu akan merasakan apa yang dulu aku rasakan, sangat sakit aku rasakan. Dan jauh di pemikiranku untuk menjahati orang lagi, percayalah kepadaku semuanya akan terbongkar siapa yang salah. Sesampainya Kayla di rumah dengan wajah yang bahagia, kedua orang tuanya melihat jarang sekali anak kesayangannya selalu saja melakukan yang terbaik untuk anaknya yang tidak pernah meminta apa yang dia inginkan. Ibunya yang baru pulang dengan wajah lelah tiba-tiba hilang begitu saja, "Kenapa kamu terlihat sangat senang, tersenyum sendiri? Jarang sekali kamu begitu." Kayla tersenyum manis dan dia berkata dengan hati senang, "Ma, jangan menggoda aku seperti itu, memangnya aku seperti ini ma." "Hehehe... iya sudah, yang penting aku turut bahagia juga." Kayla langsung pergi meninggalkan Ibunya menuju kamarnya, di dalam hatinya berkata "Awalnya aku takut kalau Ray akan seperti orang lain, ternyata dia tidak begitu aku sangat bersyukur." Jam menunjukkan pukul lima sore dia mulai bersiap untuk pergi. Termasuk Ray yang sudah menunggu Kayla di sebuah cafe. Tidak lama Kayla sampailah, dia melihat ke kanan dan ke kiri tidak ada terlihat sosok Ray yang berada di sana, dan tiba-tiba seorang pria menepuk bahu Kayla dengan pelan, ternyata pria itu adalah Brian yang sedang ingin menghabiskan waktu sendiri di luar. "Kamu kenapa sendiri di sini? Dan sedang menunggu siapa?" "Ha! Kamu, Aku sedang menunggu seseorang, dan kamu kenapa juga di sini?" "Hm... aku sedang ingin merasa ketenangan, ini karena temanmu yang tidak pernah berpikir kalau ada dia sangat membosankan." Ucap Brian dengan wajah yang sangat murung. Kayla yang tidak berfokus kepada Brian, dia selalu mencari keberadaan Ray, Brian heran melihat Kayla yang sudah tidak fokus berbicara dengannya dan dia berkata "Kamu kenapa dari tadi aku melihat kamu hanya diam saja, iya sudah sepertinya kamu sedang sibuk." dari kejuahan di cafe Ray melihat Kayla yang sedang berduaan dengan Brian, dia bertanya di dalam hatinya dan berkata Aku heran kenapa Brian selalu mendekati Kayla terus, aku ingin menghampiri Kayla tetapi ada Brian yang sedang berdiri di depannya. Kayla langsung berkata kepada Brian dan dia berkata "Hm... maaf aku tidak bisa menemanimu, kalau begitu sampai juga lagi. Dan aku ingatkan kalau kamu tetaplah menjadi pria yang selalu ada untuk Ria, paham? Bye..." Brian hanya terdiam dan melihat Kayla yang meninggalkannya sendiri saja, jauh di pikirannya tidak ada yang bisa merasa dirinya tidak ada berarti lagi. Ray berpura-pura tidak melihatnya kedatangan Kayla, lalu wanita itu menghampirinya dan berkata "Hai Ray... maaf aku telat, tadi aku bingung mencari keberadaan cafe yang kamu katakan kepadaku." "Oke tidak apa-apa, aku juga baru di sini, tidak terlalu lama menunggumu." Ucap Ray dengan senyuman. "Oke baiklah." "Hm... kita mau kemana sekarang setelah makan ini, aku juga tidak pernah berpikir kalau kamu mau pergi bersamaku, memang aku tidak seperti pria yang banyak di kampus bisa mengajak banyak wanita, aku hanya pria biasa saja. Penuh kekurangan jadinya begini, setelah aku bertemu denganmu aku yakin tidak semua wanita yang hanya memandang orang sepertiku sebelah mata saja, buktinya kamu tidak berpikir kalau akan menjauhiku dan mau berteman denganku." Kayla tersenyum sambil tertunduk dan dia berkata "Ray, kenapa aku harus berkata begitu, aku hanya ingin merasa memiliki teman yang mau menerima aku apa adanya, aku memang sejak di bangku sekolah selalu di pandang sebelah mata, banyak orang mengatakan kalau berteman denganku hanya membuat orang menjadi rendah, tidak ada sedikit pun aku memandang orang lain begitu. Memang aku terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan tetapi aku juga butuh teman yang mau menerima aku apa adanya, dan aku juga selalu di anggap pencari masalah." "Kamu jangan berpikir kalau kamu tidak ada gunanya, dulu aku seperti itu, tetapi aku berusaha untuk tidak menghiraukan apa yang orang katakan. Tidak ada orang yang ingin terlahir menjadi orang yang tidak berguna, seperti yang kamu alami sekarang ini, jadi cintailah dirimu sendiri, tetap berpikir positif agar kita tidak mengalami kesedihan." Jelas Ray yang berusaha untuk menenangkan hati Kayla. Sambil berjalan dengan tenang di sebuah taman yang di hias lampu-lampu hias di setiap jalannya dan dia berkata "Kay... Malam ini sangat indah ya?" "Hm... iya." "Apa kamu menyukainya?" "Ha... tentu aku menyukainya, aku sudah lama tidak pergi ke tempat seperti ini, mungkin terakhir nya waktu di bangku sekolah dulu." Ray tersenyum dan dia berkata "Syukurlah, aku berhasil membuat kamu bisa bahagia begini, tidak ada yang bisa di lakukan lagi setelah ini, makanya aku merasa ada sesuatu yang harus di lakukan untuk kamu bisa bahagia."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD