"Kamu sangat berlebihan jangan memanjaku seperti ini, kita baru saja bertemu dan belum saling mengenal"
"Kata siapa kita tidak saling mengenal? Aku merasa kita sudah berteman dari dulu dan saling mengenal satu sama lain, tidak ada yang harus di katakan lagi sebahagia itu aku sudah bertemu teman sepertimu yang tidak pernah memandang diriku pria yang tidak berguna sama sekali, jadi yakin lah kalau semua yang dia katakan itu tidak ada permasalahan lagi jika apa yang terjadi nanti setelah ini. Yang aku takut jika kamu akan di hina setelah berteman denganku."
"Memangnya sehina itu kamu di mata orang, menurut aku kamu sangat baik pantas untuk menjadi teman selamanya, dan belum tentu orang yang menghina kamu itu akan menjadi terbaik untuk orang banyak, yakinlah kalau kamu sangat bermanfaat untuk semua orang jangan salahkan dirimu tidak berguna."
"Terima kasih Kay, mungkin aku selalu tidak bersyukur apa yang ada pada diriku. Dan kamu juga Kay selalu akan bersama."
"Iya sama-sama, aku juga berterima kasih kepadamu telah mau berteman dengan aku di saat terjatuh pun kamu orang yang pertama kali menolong aku." Ucap Kayla yang tersenyum memandangi wajah Ray yang selalu tersenyum.
Kay melihat ke arah tempat duduk dan dia mengajak Ray untuk duduk, begitu sangat lelah berjalan menuju ruangan. "Ray di sana ada tempat duduk, aku merasa lelah lebih baik kita menghabiskan waktu di sana saja."
"Oke baiklah."
Belum sampai di tempat duduk itu Brian menghampiri mereka berdua dan berkata "Apa yang kalian lakukan di sini? Hari sudah hampir malam dan jangan pernah berkata kalau kalian sedang berkencan?"
"Hm... ada yang salah jika aku dan Ray di sini? Aku juga bebas untuk berteman dengan banyak orang. Tidak perlu aku memilihnya!"
Brian merasa sedikit gelisah saat melihat Kayla yang dari tadi berduaan bersama dengan pria yang asing saat di hadapannya. Brian begitu sangat sinis tidak pernah berpikir kalau apa yang di lakukan Ray hanya ingin menjebak Kayla saja. "Segera lah pulang Kay, tidak ada seorang wanita yang selalu berada di sini bersama pria lain. dan kau Ray, dia wanita baik jangan membuat masalah dia tidak pernah merasakan dunia luar yang sangat luat biasa seperti ini." Ucap Brian dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Kay melihat ke arah tempat duduk dan dia mengajak Ray untuk duduk, begitu sangat lelah berjalan menuju ruangan. "Ray di sana ada tempat duduk, aku merasa lelah lebih baik kita menghabiskan waktu disana saja."
"Oke baiklah."
Belum sampai di tempat duduk itu Brian menghampiri mereka berdua dan berkata "Apa yang kalian lakukan di sini? Hari sudah hampir malam dan jangan pernah berkata kalau kalian sedang berkencan?"
"Hm... ada yang salah jika aku dan Ray di sini? Aku juga bebas untuk berteman dengan banyak orang. Tidak perlu aku memilihnya!"
Brian merasa sedikit gelisah saat melihat Kayla yang dari tadi berduaan bersama dengan pria yang asing saat di hadapannya. Brian begitu sangat sinis tidak pernah berpikir kalau apa yang di lakukan Ray hanya ingin menjebak Kayla lagi.
Kayla yang sudah tidak pernah berhasil mengahadapi semuanya selalu saja memikirkan bagaimana cara menghindari Bria yang berulang kali selalu saja tidak pernah berpikir kalau apa yang telah di jalankan nya berjalan dengan lancar, sedikit pun Ray tidak melawan ucapan Brian yang dari tadi hanya ingin menyalahkan dirinya.
Kayla langsung mengajak Ray kembali duduk dan dia berkata "Ray, maaf soalnya tadi, aku tidak tahu kalau dia akan menghampiri aku di sini, terkadang aku tidak mengerti jalan pikirannya, sudah berusaha aku tidak akan melakukannya, seadainya saja kalau Brian pergi dan tidak menghiraukan aku pasti aku akan tenang juga."
"Hm... Sudahlah jangan dipikirkan, aku mengerti juga maksud dia baik, tidak ingin temannya kenapa-kenapa juga di malam hari ini, tidak satupun kesalahan yang harus kita buat. Memang Kay perhatian seorang pria itu sangat luar biasa, mungkin saja dia menyukaimu."
"Ha! Tidak mungkin itu Ray, dia sudah memiliki kekasih mana mungkin aku mengambil milik orang lain, padahal semuanya yang di lakukan itu tidak pernah baik untuk aku, yang ada Ria selalu menuduh aku merebut kekasihnya huft... entah lah jalan pikiran orang kepadanya." Jelas Kayla kepada Ray yang terlihat tertunduk.
"Kay mana tahu dia tidak nyaman dengan kekasihnya, dan lebih menganggap kamu seperti orang sangat berarti untuk di pertahan kan. Aku yakin itu Brian memiliki perasaan yang sangat besar denganmu. Aku harap kamu bisa melihat dia yang tidak pernah berpikir kehidupannya yang sangat berarti jika bersamamu. Aku memandang wajah Brian saat menatap kamu dengan dalam dia selalu serius dan tulus." Ucap Ray kepada Kayla.
"Tidak mungkin, itu hanya perasaan yang sementara, aku yakin dia tidak bisa menjadi orang yang selalu saja berada di sisiku nantinya."
Memang yang terbaik itu tidak pernah menjadi nomor satu di hati, dia bisa saja akan terus melindungi kita kapan pun. "Kayla, sepertinya kita harus pulang jangan sampai larut malam tidak enak dengan orang tuamu.:
"Hm... sepertinya aku tidak akan di cari lagi, memang kedua orang tua itu tidak pernah berpikir bagaimana kalau nanti pekerjaanya tidak selesai hanya karena memikirkan aku sendiri saja, soalnya aku sudah tidak pernah berpikir kalau orang tuaku bisa saja terus memperhatikan diriku sendiri pasti semuanya hancur begitu saja."
"Kay, tidak mungkin orang tua kamu begitu, di lubuk hatinya tidak pernah merasa kalau anaknya hanya membuat masalah terjadi, jadi lebih baik kamu berpikir positif kepada orang tuamu, tidak sedikit pun ucapan tersebut terlontar di mulutnya dan dia akan menjadi orang baik untuk anaknya."
"Semoga saja, aku berharapnya begitu, sedikit pun kedua orang tua aku akan menjadi yang terbaik untukku. Aku kira apa yang telah di lakukannya menjadi terbaik untuk aku, iya sudah kalau begitu mari kita pulang saja, mungkin di hari lain kita akan pergi bersama, aku juga besok harus pagi-pagi sekali untuk ke kampus ada mata kuliah yang harus di selesaikan pada hari besok."
"Oke baiklah." Dengan wajah Ray yang tersenyum. Dia menarik tangan Kayla dengan lembut menuju mobil untuk mengantar Kayla pulang sampai di depan rumah.
Keesokkan harinya, Brian yang tidak sengaja pergi melangkahkan kakinya untuk menghampiri Ray tiba-tiba berkata "Ada hubungan apa kau dengan Kayla? Aku merasa kau hanya ingin mempermainkan nya."
Ray tersenyum dan berkata "Maksudnya bagaimana?"
"Jangan berpura-pura bodoh, aku yang merasa ada yang aneh saat tatapanmu kepada Kayla." Ucap Brian dengan penuh penasaran.
"Kenapa? Kau menyukai Kayla, bukannya kau sudah memiliki kekasih yang selalu ada untukmu jadi jangan mempermainkan kekasih kamu begitu."