Perasaan Berbeda

1061 Words
Suasana sore itu Kayla yang baru saja selesai perkulihan nya dan dia berkata kepada salah satu tema tersebut dan dia berkata, "Kay, masalah urusan mata kuliahnya besok ya." Kayla hanya menganggukkan kepalanya dan dia berkata akan terus mendapatkan yang terbaik untuk mendapatnya. "Hai Kay, bagaimana kuliahnya hari ini? pasti sangat seru." Sapa Ray kepada Kayla.  "Hai Ray, sudah selesai urusanmu?" "Aku sengaja menunggumu berada di sini mana tahu nanti aku bertemu denganmu, eh... tahunya benar hehe... " Ucap Ray yang berusaha tersenyum kepada Kayla. "Kamu ini bisa saja, kamu masih saja berusaha menggoda aku. Sekarang mau kamu apa?" Tanya Kayla dengan sinis. "Mau aku hari ini kamu akan terus bersama denganku bersama-sama hari ini saja." "Hm... oke baiklah, kalau memang kamu mau mengajak aku pergi, aku akan bersiap-siap dulu. Sampai ketemu nanti dan aku tunggu di rumah ya." Ucap Kayla yang langsung meninggalkan  di gerbang kampus.  Tiba malam itu, tidak ada yang bisa di lakukan lagi, Ray yang sudah bersiap dengan maksimal untuk bertemu dengan wanita yang di kaguminya, Sesampai nya di depan rumah Kayla, ternya wanita itu sudah terlebih dahulu berdiri di depan rumah memakai gaun merah, rambut hitam panjang dan Ray melihat Kayla yang sangat cantik malam ini.  "Kay, malam ini kamu cantik sekali." Kayla langsung tertunduk malu dengan wajah yang memerah dan dia berkata "Kamu ini bisa saja begitu, aku sangat biasa-biasa saja malam ini." "Tetapi kamu sangat cantik, sampai aku terpanah melihatnya. iya betul kata orang bidadari tak bersayap seperti kamu Kay, jangan pernah merasa aku akan memujimu terus. ini sangat jarang aku memuji seorang wanita. Menurut aku wanita yang paling cantik itu hanya kamu seorang saja, tidak ada yang lain lagi." "Berhentilah menggoda aku, aku sudah tidak terpengaruh dengan rayuan pria sepertimu itu Ray." Mereka teruslah mengobrol panjang lebar agar suasana mengalir begitu saja.  Ray selalu tersenyum sekali-kali memandang wajah Kayla di dalam hatinya terus berkata "Kenapa hati ini berdetak begitu sangat kencang, terasa darah yang mengalir dengan cepat, semua yang di inginkan telah di kabulkan tuhan, bertemu dengan wanita yang seperti Kayla berparas cantik dan memiliki hati yang sangat baik, jarang ada wanita bisa menilai seorang laki-laki dengan baik seperti dia." "Kay, aku tidak kuasa menahan rasa ini, jangan memasang kan wajah manjamu di hadapanku. Ini untuk pertama kalinya aku mengajak wanita berkencan. Apa yang telah kamu tunjukkan kepadaku ini akan terus bersama dengannya. Jangan jauh-jauh dariku lagi ya?" "Ha! Maksudnya bagaimana?" "Sudahlah, jangan di bahas lagi, aku sudah malu sudah mengatakan ini kepadamu." Ucap Ray kepada Kayla. Sesampainya Kayla dan Ray mereka berdua akan duduk di restoran yang nuansa sangat romantis, tidak pernah berpikir kalau Ray akan membawanya untuk makan malam ini restoran mewah ini, sebelum Kayla masuk ke dalam ruangan tersebut terlihat Brian dan Ria yang sedang menyantap makan malamnya. Wajah Kayla langsung tertunduk dan dia berkata dengan tenang, "Ray, apa benar kita akan makan malam di sini?" "Memangnya kenapa Kay? Aku sudah memesan khusus untuk kita, apa kamu merasa tidak nyaman di sini?" "Hm... bukan begitu..." Ray menoleh ke kiri dan ke kanan tiba-tiba dia melihat dua sejoli yang sedang duduk dengan romantis di ruangan meja yang tidak jauh dari meja yang telah di pesan Ray, lalu Ray berkata "Kay, aku sudah tahu kenapa kamu begitu, sekarang kamu sedang bersama denganku, apa yang kamu takut kan tidak sedikit pun semua yang telah mereka lakukan sudah berjalan dengan lancar saja. Ayo gandeng aku." Kayla dengan ragu menggandeng Ray, dengan wajah percaya dirinya Ray menunjukkan kepada Brian kalau dia bisa menaklukkan Kayla wanita yang di suka. Ria tidak sengaja melihat Kayla dan berkata "Hai... Kay, kalian berdua makan malam di sini, tidak di sangka kalau kalian akan di sini juga." Belum sempat Kayla menjawab, Ray langsung berkata "Iya, aku memang sengaja membawa Kayla makan malam di sini, tidak ada masalah kan dengan kalian?" "Hm... tentu saja tidak ada masalah dengan kita berdua iya kan sayang?" Ucap Ria yang langsung bertanya kepada Brian. Brian tetap saja memandang sinis dan tidak menjawab ucap Ria, di dalam hati Brian berkata "SIAL!!! kenapa hati ini terasa sakit, padahal Kayla bukan milikku, dan kenapa juga dia tidak berhenti medekati Kayla. Aku merasa ada getaran tersendiri saat bersamamu, jika kau dekat pria lain perasaan aku rasanya hancur berkeping-keping begini." Perasaan Kayla juga seperti itu, perasaan Kayla begitu merasa tidak enak hati. Dia merasa Brian sedang marah kepadanya, tidak berpikir semuanya yang dia lakukan merasa bersalah saja. Juah di pikiran Kayla akan bertemu dengan Brian dan Ria di sini.  "Kay, kamu kenapa?" "Tidak ada apa-apa." "Kalau kamu merasa tidak nyaman ayo kita pindah makan saja. Aku tidak ingin membuat kau tidak nyaman saat bersamaku." "Jangan! Aku nyaman di sini, kalau begitu ayo kita siapkan makanan agar kita bisa makan malam ini." Ucap Kayla dengan gugup saja. Mereka semua terlihat sangat tegang, seperti Kayla dan Bria merasa tidak merasa nyaman sedikit pun, setelah selesai Kayla langsung mengajak Ray untuk pergi secepatnya dan dia berkata "Ray kalau begitu kita ke tempat yang lain saja, ada tempat sesuatu yang harus aku kunjungi, bagaimana apakah kamu mau?" Tanya Kayla yang berusaha untuk meyakinkan Ray yang dari tadi tidak pernah berpikir semuanya akan lancar. Ray berusaha meyakinkan Kayla yang berusaha tidak ada permasalahan, "Hai, sepertinya kita akan pergi dulu, kita juga akan mengunjungi tempat lain lagi, kalau begitu kita pergi bye..." Kayla hanya tertunduk agar tidak melihat wajah Brian yang terlihat sangat kesal dan dia berkata di dalam hatinya, "Ray, ayo kita pergi dari sini secepatnya." Ray hanya tersenyum melihat tingkah Kayla yang seperti anak kecil yang manja. "Iya, Kay kamu dulu ke dalam mobil ya, aku akan membayar makanan terlebih dahulu." Kayla langsung melangkahkan kakinya dengan cepat ke dalam mobil, terasa dia sangat lega, sesak yang dia rasakan itu tiba-tiba hilang begitu saja, di dalam hatinya berkata "Huft... akhirnya aku bisa melewati ketegangan yang dari tadi aku tahan selama itu, untung saja aku tidak melihat tatapan sinis Brian yang sangat menyeramkan." "Kay, maaf lama ya, tadi masih menunggu mengantrian untuk membayarnya." "Oke, aku juga tidak lama menunggunya." Ray langsung bersiap melajukan mobilnya dengan kencang dan dia berkata "Kay, kamu kenapa dari tadi seperti orang tidak nyaman saja, maaf kalau aku membuat harimu tidak menyenangkan malam ini, aku sudah berusaha untuk itu tetapi dengan kita berada di restoran itu kamu langsung berubah tidak mau lagi untuk terus tersenyum denganku, nanti dulu apa kamu tidak merasa senang jika ada Brian dan Ria di sana?" "Hm... tidak begitu!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD