Mistake 05

788 Words
Vely meraih apapun yang didekatnya dan "aaarrghhh....!!!!" Perlahan vely membuka matanya, vely tidak sengaja menginjak lantai yang licin dan tergelincir tapi dia tidak merasakan sakit ketika terjatuh Perlah mata vely terbuka dan yang pertama dia lihat tato...tato di d**a seseorang. "hei nona kau berat juga ternyata..,!"ucapnya membuat vely mendongak dan langsung membulatkan matanya "kau baik baik saja..,?"tanya vely "aku rasa beberapa tulangku berpindah"ucapnya "be benarkah.,? Apa separah itu..,?"tanya vely "ya akan lebih parah jika kau tidak segera bangkit dari atas tubuhku"ucapnya menyadarkan vely, vely pun bergegas berdiri dan membantu pria itu untuk berdiri "maafkan aku, aku tidak sengaja" cicit vely "tidak apa anggap saja balasan atas luka mu itu"jawab pria itu "kau yakin."tanya vely "ya bukankah luka harus dibayar dengan luka"jawab pria itu dengan senyum yang sulit di artikan "y ya sudah kalau begitu aku harus segera pulang"ucal vely kemudian berlalu meninggalkan pria yang sudah membuatnya jantungan, "luka di bayar dengan luka dan nyawa dibayar dengan nyawa"gumamnya sambil memperhatikan vely dari belakang dan memunculkan smriknya... **** Sekarang sudah pukul sepuluh malam dan vely sedang membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur queensizenya..ya tempat tidur besarnya bukan tepat tidurnya yang di asrama karena vely meminta pria tadi mengantarnya ke apartemen miliknya bukan ke asrama, Vely tidak mungkin pulang keasrama larut malam begini bukan.. "oh god apa yang terjadi padaku, bahkan aku tidak mengetahui nama pria tadi, vely tidak biasanya kau menurunkan kewaspadaanmu terhadap pria lain"gumam vely merutuki kebodohannya Selama ini vely memang jarang sekali akrab dengan teman pria, Bukannya tidak ada pria yang ingin mendekati vely namun sebelum mereka mendekat, vely akan langsung memasang wajah angkuhnya sehingga menurunkan minat para pria untuk dekat dekat dengannya. Apalagi dengan nama belakangnya alexander hanya beberapa pria yang berani dengan terang terangan mendekati gadis dari keluarga alexander ini... Tapi sekarang vely bahkan pasrah ditarik pria itu kemanapun bahkan berdua saja di penthousnya tadi.. "tunggu, kurasa wajahnya tidak asing, aku pernah melihatnya, tapi diaman,?" gumam vely kembali dan mencoba mengingat kembali wajah tampan pria tadi.. "arghhh lupakan vely bahkan kau tidak akan mengingatnya, lebih baik kau segera istirahat,," gumamnya sambil menarik selimut sebatas dadanya mencoba untuk terlelap. **** "vely kau kemana saja, kau membuatku khawatir...!!!"pekik seseorang saat vely berjalan menyusuri koridor kampus...bahkan beberapa orang langsung menoleh ke arah mereka saat suara nyaring mengganggu telinga mereka "ssttt lu bisakah kau kecilkan suaramu" peringat vely sambil melihat sekitar... "apa yang sakit.? Bagian mana yang terluka, kau sudah mengobatinya dengan benar bukan.,?" bahkan lucie tidak menghiraukan perkataan vely dan langsung menerornya dengan pertanyaan yang mungkin ada di otaknya sejak kemarin, lucie bertanya sambil sesekali memutar mutar badan vely sambil melihat dimana luka yang vely derita "lu hentikan, i'm fine okey.,!" ucap vely sambil memgang bahu teman sekamarnya itu. "kau bilang kau terluka, kenapa bisa.,?" tanya lucie penasara "ceritanya panjang lu, kita tidak ada waktu mengobrolkan itu sekrang, kelas kita sebentar lagi akan dimulai bukan.,!" ucap vely sambil melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka "kau janji akan menceritakannya padaku bukan.,?"tanya lucie mengikuti langkah vely "ya lu aku berjanji" jawab vely sambil tersenyum Merekapun tiba dikelas, untung saja dosen nya belum datang, beberapa mata dengan terang terangan menatap kearah vely dan lucie yang baru saja masuk.. Vely menyadari itu dan memilih bersikap acuh. "apa ada yang salah dengan penampilanku..,?" tanya vely sedikit berbisik Lucie melirik vely dan memperhatikan vely dari atas sampai bawah "memangnya kenapa..,?tanya lucie "aku bukannya terlalu percaya diri tapi kurasa beberapa orang dibelakang kita memperhatikanku sejak dari tadi"bisik vely membuat lucie menoleh kebelakang namun dengan sigap vely menarik kepala lucie "lu kau jangan langsung melihat mereka...nanti mereka curiga"bisik vely "vel aku hanya penasaran, biarkan saja, dan tenanglah.," ucap lucie kembali menoleh arah belakang mereka... Dan benar beberapa orang memang memperhatikan kearah mereka maksudnya ke arah vely.. TermAsuk orang yang berada disudut kelas dengan hoodie yang menutupinya tapi lucie yakin dia menatap lekat kearah vely "kau memang benar mereka menatapmu, aku tau beberapa dari mereka, wanita dengan rambut pirang itu namanya jasmine, dia merupakan model baru dan digadang gadang akan menjadi next model papan atas paris.,"jelas lucie "lalu kenapa dia memandangiku sepert itu.,?" tanya vely "entahlah apa kau pernah ber ursan dengannya sebelumnya..," tanya luucie "lu kau tau bukan aku baru datang ke negara ini..aku tidak mungkin langsung membuat masalah di tempat yang bahkan aku tidak kenal siapapun..aku tidak ingin cari mati" jelas vely "ya kau benar.," jawab lucie "lalu apa alasannya..,"tanya vely "mungkin karena kau cantik dan dia merasa akan tersaingi"jawab lucie "oh god itu alasan terkonyol kalau memang hanya gara gara itu, aku merasa tidak terlalu cantik untuk bersaing denganya"jawab vely "dia memang cantik vel tapi kau itu......entah lah bahkan aku seorang wanita saja senang berlama lama menatapmu, kau mempunyai magnet di wajahmu"jelas lucie yang menurut vely sangat konyol "magnet, kau konyol lu," ucap vely sambil terkekeh "aku serius, maksudku aku hanya tidak bisa mendefinisikan kata kata yang ada di otakku tentang dirimu, intinya kau memang tidak secantik jasmine tapi kau lebih menarik dari pada dia.,"jelas lucie membuat vely hanya menaikkan halisnya..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD