Mistake 06

828 Words
Vely berdiri di depan sebuah gedung tinggi, sambil melihat brosur ditangannya...sedikit tidak yakin dengan apa yang akan dia lakukan, Vely melirik sekitarnya, orang orang berlalu lalang keluar masuk gedung dengan gaya fashion yang sedang trend saat ini...tidak diragukan lagi bukan ini paris negara mode dan kiblat fashion seluruh negara belahan manapun. Salah satu alasan vely juga ingin kuliah dan meniti karier di negara ini.. Vely mulai menarik nafasnya perlahan dan menghembuskannya sampai beberapa kali sampai dirasa dirinya cukup tenang untuk melangkahkan kakinya kedalam gedung.... "come on vely ini kesempatan terbaikmu"gumam vely memantapkan hatinya dan kemudian berjalan memasuki gedung.. "maaf, bisakah aku bertanya sesuatu..?" tanya vely kepada salah seorang wanita dengan pakaian merah mencolok dan kacamata yang bertengger di hidungnya... "ya silahkan.,!"jawabnya membuat vely tersenyum "apakah benar hari ini ada seleksi untuk model disini..,?"tanya vely wanita itu sedikit mengerutkan keningnya dan menurunkan sedikit kacamatanya untuk melihat kearah vely "maaf nona di elite kami tidak membuka seleksi terbuka dan...." "tapi aku mendapatkan brosur ini.,"potong vely cepat sambil menyodorkan brosur di tangannya... Namun wanita itu hanya melihat tanpa berniat mengambilnya untuk sekedar membacanya saja.. "maaf nona sekali lagi saya katakan di elite tidak ada seleksi model terbuka apalagi membagi bagikan brosur semacam ini,kami mengambil para model dari sekolah sekolah model ternama sejak mereka terlihat menjadi bibit model, mungkin anda sedang di tipu seseorang" ucap wanita itu membuat vely sedikit kecewa Benar sekali mana mungkin agensi sekelas elite membagi bagikan brousur semacam ini batin vely... "tapi apa saya bis....." Kring kring kring Ucapan vely terpotong saat telepon yang berada diatas meja berdering...wanita itupun segera mengangkatnya... "hallo" ucapnya ".........." Vely masih diam memperhatikan wanita didepannya yang mulai menatap dirinya dari atas sampai bawah... "baik miss" ucapnya sambil meletakan kembali gagang telepon di atas meja. "maaf nona siapa nama anda..,?"tanya wanita itu "vely..."jawab vely "hanya itu..,?" tanya nya "yes, just vely" jawab vely tidak ingin memberitahu nama belakangnya. "kalau begitu mari ikuti saya"jawabnya sambil berjalan memutari meja kerjanya. Vely sedikit bingung, bukankah beberapa menit yang lalu dirinya ditolak lalu apa yang terjadi sekarang batin vely.. "nona...."ucapnya membuyarkan lamunan vely "eh i iya maaf"jawab vely kemudian mengikuti langkah wanita itu... Setelah mereka menaiki lift dan tiba dilantai delapan wanita itu berdiri desebuah pintu dan mengetuknya sampai seseorang menyuruhnya masuk Terlihat seorang wanita berdiri dari duduknya dan menghampiri vely... "kau vely right..,?aku luda"tanya nya dengan senyum ramahnya dan mengulurkan tangnnya kepada vely.. "vely..Miss" jawab vely kemudian menyambut uluran tangan luda "baiklah vely ayo ikut aku sebelumnya aku harus mengukur seluruh badan mu dan setelah itu memperkenalkanmu pada beberapa model di elite... kebetulan hari ini mereka sedang berlatih untuk acara besar dua bulan lagi" ucap luda membuat vely kembali mengerutkan keningnya...mencerna setiap kata Yang di ucapkan oleh wanita yang berumur sekitar 35 tahun ini tapi masih terlihat sangat muda dan segar "tunggu miss apakah aku boleh bertanya sesuatu" ucap vely setelah menyadari perkataan luda... Luda menghentikan langkahnya dan berbalik menatap vely "ya tentu tanyakan saja.,!"ucap luda ramah "apakah berarti aku akan mengikuti seleksi model di elite..,?" tanya vely berhati hati Luda sedikit heran dengan pertanyaan vely membuat vely merutuki dirinya kenapa dia bertanya seperti itu, vely takut di kira terlalu percaya diri oleh miss luda... "kau tidak akan ikut seleksi vel."jawab luda Damn... Benarkan, kau memang bodob vel batin vely "Ooh sorry miss" cicit vely.. "kenapa kau harus minta maaf, kau memang tidak ikut seleksi bukan, kau sebentar lagi akan resmi menjadi model di elite setelah tanda tangan kontrak sebentar lagi"jelas luda membuat vely membeku tidak percaya "a apa....mo model di elite tanpa seleksi...,?" pekik vely tidak percaya membuat luda sedikit terkejut "uppss sorry miss, aku hanya tidak percaya saja, bagaimana bisa aku akan menjadi model di elite, aku bahkan belum...." "ada seseorang yang merekomendasikanmu, jadi kau tidak usah memikirkan kenapa bisa ini dan itu"jelas luda "rekomendasi seseorang.,? Siapa..,?" tanya vely "sebentar lagi kau akan tau, dan sebaiknya sekarang kita urus dahulu keperluan data mu setelah itu kau bisa tandatangan kontrakmu., bagaimana.,?" tanya luda...vely tidak bisa banyak bertanya lagi karena vely rasa luda memang ingin cepat cepat menyelesaikan tugasnya ini... Vely pun hanya mengangguk pasrah dan mengikuti luda yang membawanya untuk melengkapi data dirinya dan mengukur seluruh tubuhnya, "sekarang aku akan mengajakmu menemui beberapa model di elite, yang aku jelaskan tadi, mereka masih berlatih dan kau bisa melihatnya" jelas luda dan hanya di jawab senyuman oleh vely Mereka masuk kesebuah ruangan seperti sebuah aula vely bisa melihat beberapa model tengan berlenggak lenggok dengan high heelsnya... Wooww mereka sudah sangat terlatih batin vely menciut saat dihadapkan langsung dengan para model profesional... "sebentar lagi kau pun akan bergabung dengan mereka"ucapan luda membuyarkan lamunan vely "kenapa..,?"tanya luda saat melihat ekspresi vely yang sedikit menciut "tidak, hanya saja aku takut mengecewakan orang yang sudah merekomendasikan aku masuk elite, setelah melihat mereka yang sudah sangat profesional" jelas vely "hei tenang saja, orang yang merekomendasikanmu bukan orang sembarangan dan tidak ada yang bisa melawan keputusannya, kau perlahan bisa belajar dan bisa seperti mereka, lagi pula aura model sudah sangat terpancar dari dirimu vel"ucapan luda membuat vely kembali tersenyum sedikit memiliki motivasi... Namun saat vely kembali mengitari aula vely bertemu dengan tatapan itu, tatapan yang sebelumnya juga pernah dia dapatkan dari orang itu.. Vely menghentikan langkahnya dan melihat sekitarnya jelas sekali dia memang memperhatikanku batin vely.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD