Vely berdiri di ambang pintu dan menatap kamar berukuran sedang dengan dua tempat tidur yang saling sejajar..kamar ini masih terlihat kosong tanpa adanya hiasan dinding atau pernak pernik lain yang biasa di tempel.
Setelah cukup lama memperhatikan vely menarik kopernya dan berjalan ke sisi tempat tidur...perlahan vely membuka salah satu lemari yang sudah tersedia disana...lemarinya tidak besar tapi cukup untuk menyimpan sedikit baju yang ia bawa..
Dia mulai meraba tempat tidur dengan sprei putih dan satu bantal..setelah itu berjalan menuju satu pintu yang berada di dalam kamar...ukuran kamar mandinya tidak besar tapi cukup untuk menampung dua orang sekaligus...
Setlah puas melihat lihat vely mulai mengemasi pakainnya dan beberapa bukunya...mulai merapikan tempat tidurnya, sampai suara ribut dari luar kamar menghentikannya
Ceklek
Pintu kamar terbuka...berdiri seorang gadis yang mungkin Seumuran dengan vely dan tas koper yang berada disampingnya...
"hai"sapa gadis pirang itu ramah kepada vely
"hai"jawab vely ramah
"apa kau baru di asrama ini.?"tanya gadis itu
"ya...aku baru saja tiba...dan kau sendiri..?"tanya balik vely
"sama...aku juga baru kau bisa lihat sendiri"jawabnya sambil menarik kopernya
"lucie"ucapnya sambil mengulurkan tangannya
"vely"jawab vely sambil membalas uluran tangan lucie
"jadie mulai hari ini kita teman sekamat raight.?" tanya lucie sambil duduk di atas tempat tidur di sebelah vely
"ya.."jawab vely
"arghh senangnya akhirnya aku punya teman sekamar...aku harap kita akan berteman baik dan bisa melalui hari hari indah ini" pekik nya histeris...vely rasa dia sedikit berlebihan...
apa dia baru saja terbebas dari kandang singa sampai merasa sebahagia itu batin vely...
Vely tidak ambil pusing dan kembali menata barang barangnya..
Vely duduk di atas tempat tidur sambil sesekali memperhatikah lucie yang akan menjadi teman sekamarny..
Vely teringat akan momynya..jika saja tata tau vely tinggal di asrama sudah dapat dipastikan tata akan menyeretnya lagi kembali ke indonesia..
Dan itu tidak akan vely lakukan, dengan susah payah vely mendapatkan izin untuk kuliah di paris dan tidak mungkin menghancurkannya bukan...
Tata sudah menyiapkan apartemen mewah dan semua fasilitas untuk vely..
Namun vely hanya ingin mencoba bagaimana rasanya tinggal disebuah asrama...ya vely sangat penasaran...makannya disinilah dia sekarang berada..
"vel apa kau asli orang sini..?" tanya lucie membuyarkan lamunannya
"tidak, aku berasal dari Indonesia..kau sendiri.?" tanya vely
"aku asli orang sini..maksudku aku berasal dari kota yang tidak terlalu jauh dari sini..?"jawab lucie.
"kenapa kau kuliah disini.?"tanya vely.
"aku sangat tertatik dengan fashion"jawab lucie
"kau ingin menjadi model.?"tanya vely
"tidak...aku suka fashion tapi aku tidak bisa menggambar untuk menjadi seorang desainer atau model karena tubuh ku kurang proporsional."jawab lucie
"lalu..?"tanya abi
"entahlah mungkin aku bisa menjadi trend analyst atau fashion pysichologi" jawab lucie
"ah iya itu bagus sekali"ucap vely
"kau sendiri..,?"tanya lucie
"aku suka menggambar dan membuat bajuku sendiri dan aku pun suka berjalan di atas catwalk" jawab vely
Luci menghentikan aktifitasnya kemudian berbalik menatap kearah vely.
"ya kau memang cocok meNjadi seorang model...kau tinggi dan cantik...ah aku rasa aku beruntung mendapatkan teman sekamar yang cantik seperti mu..aku yakin kelak kau akan menjadi model papan atas"ucap lucie dengan kehebohanya
Membuat vely sedikit mengerutkan halisnya
Oke tidak buruk mempunyai teman sekamar yang cukup heboh batin vely...
"oh ya lu kau tau tempat tempat disini bukan.?"tanya vely
"ya kurang lebih..memangnya kenapa..?"
"mau kah kau menemaniku berbelanja...aku harus membeli beberapa keperluanku"jawab vely
"tentu...aku juga akan berbelanja...bagimana kalau nanti sore...?"ajak lucie
"ya baiklah"jawab vely
****
Sedangkan di tempat lain...
"sir dia sudah berada dikota ini" ucap seseorang dengan pakaian serba hitamnya
"baguslah, kita tidak usah buru buru memancingnya...nanti dia sendiri yang akan mengahampiri kita"jawab seseorang yang tengah duduk dikursi kebesarannya...
Dia duduk sambil memperhatikan sebuah foto yang berada di tangannya
"aku tidak menyangka kau akan secantik ini....aku akan membuatmu menjadi milikku dan setelah itu kau tidak akan pernah lepas dari genggamannku" ucapnya sambil mengelus foto di tangannya...