Vely berjalan menyusuri pertokoan di Paris Department Stores District - Boulevard Haussmann
Vely mengikuti langkah Lucie yang selalu memegang tanganya erat.
"Kau tidak boleh melepaskan tanganmu, nanti kau tersesat.!" Itulah yang di ucapkan Lucie saat mereka tiba di Mall ini,
Padahal dalam hati Vely sebenarnya sudah beberapa kali mengunjungi Mall ini tentu bersama Momynya saat mereka berkunjun ke Paris,
Tadinya Vely ingin Lucie mengajaknya ke Pasar Tradisional yang ada di Paris namun sore hari seperti ini sudah tutup dan biasanya kebanyakan Pasar Tradisional akan buka akhir pekan dan hanya beberapa kali dalam seminggu, jadi Lucie mengajak Vely ke tempat mereka sekarang berada.
"Vel mana daftar belanjaanmu.?" tanya Lucie
Vely merogoh ponselnya dan melihat catatan didalam ponselnya kemudian menunjukan pada Lucie.
"cuman ini..,?"tanya Lucie saat hanya beberapa daftar yang Vely tulis.
"ya hanya sedikit saja yang kubutuhkan" jawab Vely
"lihatlah punyaku..?" ucap Lucie sambil men scroll layar ponselnya
"Lu kau membutuhkan barang sebanyak itu..?" tanya Vely tidak percaya
"ya ini persediaanku selama satu bulan."jawab Lucie
"sa satu bulan.,!" ucap Vely sedikit tidak percaya
"ya, aku terbiasa membeli kebutuhanku untuk sebulan penuh selama sekolah menengah atas, dan itu cukup membantu mengurangi biaya bulanan karena lebih hemat" jawab Lucie
"bukankah kau bisa membelinya kembali minggu depan" ucap vely
"ayolah vel, kau seperti baru pertama kali membeli untuk kebutuhanmu sendiri, selama ini siapa yang menyiapkan kebutuhan mu.,?" tanya Lucie
"momy ku,"jawab Vely
"ah ya aku lupa, aku sudah tinggal di asrama semenjak sekolah menengah atasku jadi aku sudah terbiasa"
Vely pun hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Lucie yang mendorong troli dan menelusuri jajaran rak rak barang..
"kebutuhan bulanan ya" gumam Vely sambil mengangguk nganggukan kepalanya
"Vel lebih baik kita berpencar, kau bisa mencari barang barangmu terlebih dahulu, setelah itu kita bertemu di tempat ice krim di sebrang sana. Bagaimana.,? Jika kau lebih dulu kau bisa menungguku sebentar disana" ucap Lucie
"apa kau tidak memerlukan bantuanku, daftar belanjaanmu cukup banyak,!" tawar Vely
"tidak tidak, ini hal kecil untukku, aku akan dengan cepat menyelesaikannya"ucap Lucie
"baiklah kalau begitu, aku akan kesana.,"ucap Vely
"see u" teriak Lucie saat Vely sudah berjalan cukup jauh darinya, Vely hanya tersenyum dan melambaikan tangannya...
***
Tidak butuh waktu lama Vely sudah mendapatkan barang yang dicarinya, dia melirik jam yang berada di pergelangan tagannya,
Aku rasa lucie masih belum selesai batin vely kemudian memilih untuk mengitari mall
Namun saat berjalan tiba tiba ada sebuah brosur yang jatuh tepat di depannya,
Vely membungkukan badannya untuk mengambil brosur yang entah dari mana asalnya
"brosur apa ini ?"gumam Vely sambil mulai membacanya
Setelah itu vely membulatkan matanya tidak percaya
"i ini da darimana asalnya..?" gumam vely sambil melihat kanan kiri dan atasnya hanya satu brosur ini saja yang jatuh tepat di depannya, vely tidak melihat adanya brosur lain atau orang orang yang membagikan brosur tersebut.
Apa ini brosur lama tidak tidak tanggalnya jelas untuk minggu depan batin vely
"oh god apa ini keberuntunganku" pekik vely tertahan karena senang..
Vely mulai berjingkrak jingkrak menghiraukan tatapan orang orang disekitarnya...
Bagaimana tidak didepannya sekarang sudah ada brosur pendaftaran untuk mengikuti test modeling di agensi besar di paris...dan salah satu incarannya
Elite Model paris.
Agensi itu sudah mengeluarkan beberapa model ternama seperti adriana lima dan nadya hutagalung..
Baiklah vely jangan sia siakan kesempatan ini, sebenarnya vely bisa dengan mudah masuk ke agensi manapun dengan bantuan nama besar keluarganya tapi tidak, vely selalu menolak, dia hanya ingin mempunyai nama besar atas kerja kerasnya bukan atas nama alexander yang berada di belakang namanya.
Vely berjalan dengan perasaan yang bahagia, dia terus menatap brosur di tangannya dengan mata berbinar..
Brruukkkkkkk
"aaaaaa panass.,!!" pekik vely saat cairan panas membasahi kemeja yang ia kenakan..
Wangi coffe langsung menyeruak kedalam hidungnya, vely mengusap ngusap kemejanya yang basah dan sangat panas, dan juga menjadikannya menerawang memperlihatkan bra yang ia pakai.
"apa kau tidak punya mata..,?" ucap seseorang dengan suara beratnya membuyarkan vely..
Vely mendongak dan langsung berhadapan dengan manik mata hijau yang tajam
"maaf tapi seharusnya kau meminta maaf juga..ini bukan hanya kesalahanku, kau pun menabrakku dan look...kau mengotori kemejekau dan......."vely menggantungkan ucapannya lalu menutup bagian dadanya yang terlihat jelas dibalik kemeja yang basah..
"a apa yang kau lihat.,?"tanya vely saat pria tinggi didepannya menatap lurus ke arahnya.
Namun tanpa aba aba pria itu dengan wajah dinginnya menarik tangan vely dan membawanya entah kemana
"hei hei apa yang kau lakukan. Lepaska aku atau aku akan teriak.,"ucap vely sambil terus berusaha melepaskan cengkraman tangan besar yang memegang pergelangan tangannya
Namun dia hanya acuh dan terus menyeret vely
"hei kau...apa kau tuli, kau menyakiti tanganku" ringis vely
Dia terlalu lelah untuk berontak sekarang dan memilih pasrah mengikuti pria yang tidak di kenalnya ini,
"Kemana pria ini akan membawaku.,?" gumam vely
namun sedetik kemudian
Brakkkkkk....
Vely terkejut saat dirinya di dorong oleh pria yang menyeretnya..
"hei apa apaan kau ini...kau keterlaluan" pekik vely..