PENGAKUAN

1787 Words

            Ranting-ranting bergoyang mengikuti arah angin. Langit senja tertutup awan hitam menggulung. Perlahan rintik hujan turun membasahi tanaman di balik kaca lebar sebuah cafetaria di dalam gedung. Di balik kaca itu, Dian duduk termenung sambil mengaduk frappuccino hingga whipped cream menyatu, dan es pun mulai mencair.             Yah ! Kemana datangnya cahaya senja ? Dia tidak datang sore ini. Dia biasa menemani sore hari Dian bersama orang terkasih. Ditemani senyum dan candaan memandang langit terbenam. Sendu langit hari ini, seakan memahami perasaan Dian yang sedang tidak karuan. Tidak ada kata yang bisa mewakili perasaannya saat ini.             Sejak kejadian jamuan makan malam dua hari yang lalu, mereka tidak saling menyapa. Senin hari pertama bekerja, Gilang tidak masuk. P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD