Gerbang tinggi dilengkapi cctv di setiap sudut, menyambut kedatangan Gilang dan Dian. Rumah putih bernuansa Eropa berdiri megah di kelilingi pohon palem disekitarnya. Tanah luas dihiasi rerumputan menghijau menambah kesan mewah rumah kediaman orang tua Gilang. Dian menghela nafas menenangkan diri, jemari tanganya bergemetar tidak bisa diam. Jantungnya berdegup kencang hingga kaki melemah tak ada daya. Berat rasanya kaki melangkah menuju pintu megah di depan sana. Terbesit keraguan dan kekhawatiran dalam benak Dian. “Sudah, tak perlu khawatir. Semua akan berjalan lancar !” Gilang tersenyum seraya menggengam jemari tangan Dian. Dian pun tersenyum sambil membalas genggaman jemari Gilang dengan erat. Mereka melangkah bersama membuka pintu utama ruang t

