Matahari naik sepenggala dari ufuk timur. Teriknya sudah melebihi tengah hari bolong. Silau cahaya itu membuat kaca terlihat semakin terang. Para staf duduk tenang bekerja, ada beberapa yang sudah dibuat sibuk berbicara di telepon. Pruk...pruk…. Suara langkah sepatu memecah keheningan di sepanjang lorong sekat meja. Mata-mata melirik penasaran dari balik sekat, “Siapa yang baru datang jam segini ? Ini sudah jam setengah sepuluh pagi ?” gerutu mereka dalam hati. “Pagi semua !” Sapa Gilang tersenyum. Dia baru masuk kerja setelah tiga hari menghilang tanpa kabar. Gilang berhenti tepat di meja Dian. Dilihatnya rambut lurus indah itu berubah menjadi pendek bob sebahu. Wajah dilapisi foundation tipis, bibir berkilau lip gloss, kacamata menutupi mata semb

