Ting...tung ! Ting...tung ! Dian mengucek matanya yang berat. Dia melihat layar handphone. Waktu menunjukan pukul sembilan malam. Ting...tung ! Ting...tung ! Bel terus berbunyi. Dian bergegas mengenakan sweater dan merapikan rambut, lalu setengah berlari beranjak membuka pintu. "Hai, sudah makan belum ?" Gilang berdiri menenteng sebungkus makanan. "Sudah !" jawab Dian menatapnya heran. Gilang menyelonong ingin masuk kamar. "eeh, tunggu ! Mau apa ?" Dian menahan bahu Gilang, menghalangi. "Mau masuk, kenapa ?" "Nggak boleh ! Ini kamar perempuan," Dian merentangkan tanganya. "Bukan, ini kamar hotel !" Gilang menepis tangan Dian. Gilang berjalan santai lalu duduk di kursi dekat kaca jendela. Dia menaruh bungkusan ke atas meja.Sekotak Mie goreng

