PERJANJIAN

1821 Words

        Panas terik menyengat menyilaukan mata. Tetes peluh meluncur dari dahi hingga leher. Suhu di layar handphone menunjukkan tiga puluh tiga derajat celcius. Bayangan tepat di bawah kaki, waktu tepat jam dua belas siang. Tidak ada tempat berlindung dari terik siang yang menyengat.          Gedung apartemen mewah menjulang tinggi di tengah kota. Air mancur bergoyang-goyang di depan lobby utama. Penjagaan ketat berlapis, furniture mewah serba minimalis, serta akses yang sulit. Pemandangan itu membuat Dimas takjub.          Kliik...kartu akses membuka pintu lift. Gilang dan Dimas menuju apartemen Dian. "Bro, serius lo beliin dia apartemen ini ?" Tanya Dimas takjub.  "Iya, biar dia betah sendirian."          Sebenarnya itu cuma pertanyaan basa-basi. Dimas sudah mengunjungi tempat ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD