TANTANGAN

2151 Words

"Dim, udah tidur ?" Tegur Dian. Mereka tidur berdua di ranjang pengantin dalam kamar Dian. Ranjang dihias sedemikian rupa, bunga sedap malam semerbak mewangi. Mata Dimas terbelalak ke atas. Tangannya menggenggam erat selimut. Mulut diam terbungkam. "Dim…, ?" Dian melirik. Kasur besar itu mereka isi ujung ke ujung dipisah bantal guling. "Hmm …," sahut Dimas. Dian menghadap badan ke arah Dimas. "Cindy baik banget ya ! Aku jadi nggak enak sama dia." "Kamu nggak enak ? Dimas balik menghadap Dian. "Apa kabarnya aku ? Aku ngucap janji suci di depan keluarga besar kita, aku harus tanggung jawab," Lanjut Dimas menatap teduh Dian. "Kita dosa nggak sih ?" Dian diambang keraguan. Senyum sungging tergambar di wajah Dimas. "Udah sampai di sini, kamu baru mikir dosa. Selama ini kamu tidur sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD