Tian sudah bangun sejak subuh karena memang kebiasaannya tidak tidur setelah sholat subuh. Tian akan membaca beberapa ayat suci Al-Quran , setelah membaca Tian langsung mandi karena dia tidak ingin terlambat di hari pertama masuk kerja meskipun tempat kerjanya tidak jauh tapi lebih baik besiap lebih awal. Setelah selesai bersiap tian turun kebawah untuk sarapan bersama di meja makan ayah, ibu dan kakak-kakaknya dan kakak iparnya telah berkumpul di meja makan sedangkan adik-adiknya baru bersiap siap.
"Selamat pagi"
"Selamat pagi" jawab semuanya
"Kamu masuk jam berapa dek, pulang jam berapa mau barengan nggak"
" Masuk jam 7 pulang jam 4 kak, nggak usah kak aku naik motor aja, boleh kan yah"
" Boleh sayang tapi hati-hati, ingat kerja jangan terlalu capek, ingat makan, dan juga tetap hati-hati ya"
" Siap bos" ucap Tian sambil hormat dan nyengir
" Ini bekelnya sayang ingat jangan telat makannya"
" Terimakasih Bu, aku akan usahakan makan tepat waktu Bu"
"Yaudah, sarapan gih ibu mau panggil adik-adikmu dlu kalian lanjut saja makannya"
Setelah sarapan tian mengecek kembali penampilan dan juga barang bawaannya meskipun hanya bekal, air minum dan handphone saja, setelah memasukkan semua ke tas tian pun pamit untuk kerja, ayahnya pun berangkat ke bengkel dan kakak dan kakak iparnya juga berangkat kerja, yah selama istri-istri mereka berbadan dua mereka memutuskan tinggal di rumah orang tuanya agar ada yang menemani.
Sesampainya di tempat kerja tian langsung di arahkan ke tempat istirahat karyawan yang berada di gudang tian di beri kunci loker untuk menyimpan barang-barangnya dan kini loker itu menjadi miliknya. Setelah beberapa saat semua karyawan berkumpul dan kepala toko memperkenalkan dirinya kepada tian dan memperkenalkan tian kepada karyawan lainnya terdapat 13 karyawan karena minimarket tersebut terbilang cukup besar dan pelanggan pun ramai setiap harinya, setelah berkenalan Tian di tunjukkan pajangan bangiannya , tian mendapat bagian popok, dimana dia akan mengisi popok yang kosong atau kurang, membersihkan rak dan memantau apakah harganya sesuai dengan yang ada di rak agar pelanggan mudah mengetahui harganya dan tidak bolak-balik bertanya kekasir.
Saat tian sibuk menyusun popoknya tiba-tiba dia mendengar suara yang menyapanya tetapi tidak melihat orang, tian pun jadi merinding dan kini terdengar suara tawa setelah mendengar dengan seksama ternyata suara tersebut berasal dari balik rak, kemudian dia melihat ada wanita yang bisa dibilang dewasa, memakai baju kerja berwarna biru celana jeans hitam sepatu sport hitam dan memakai hijab biru.
" Hai, kenalkan nama saya anhi, saya bagian kosmetik kita tetanggaan kalau kamu mau bertanya jangan sungkan ya"
"Ehmm, hai nama saya Tian , eh iya , kamu udah lama kerja di sini"
" Enggak juga sih baru 3 bulan, yang paling lama kerja disini itu kk dila, dia sudah bekerja selama 6 Tahun semenjak toko ini di buka lah"
"Oh, berarti kk dila adalah karyawan paling lama disini"
"Iya, bisa di bilang begitu, dia juga kepercayaan kepala toko dan bos karena memang dia adalah karyawan teladan, udah waktunya jam makan siang lagi pula anak sift siang udah datang semua yuk makan bareng"
"Oh ok, emang kalau sift siang belum datang kita belum boleh makan"
"Boleh kok, cuma satu-satu nggak boleh bareng ntar siapa yang jaga toko ya kan, yuk beli makanan di luar"
"Emh, aku ada bekel nggak usah beli makanan tadi ibu aku masak banyak, liat dlu tapi kalau kamu tidak suka aku temani kamu saja pergi beli makanan"
"Yaudah, ayo ke gudang pasti yang lainnya udah nungguin kita buat makan siang, tapi nggak papakan kamu bagi bekal kamu"
"Nggak papa kok, orang bekal aku banyak 4 rantang full"
"Oke deh"
Sesampainya di gudang sudah ada anha, kk dila , Yuli dan novi yah mereka sudah berkenalan tadi waktu ada kepala toko atau bu Sarah , tian akan satu kelompok sama mereka dalam bekerja mau itu sift pagi atau malam.
"Hei, sini duduk tapi aku mau beli makanan dulu, tunggu aku sebentar jangan ada yang makan dulu ok" ucap Yuli
"Aku juga mau beli makanan" ucap Anha
"Aku titip saja deh" ucap novi
"Kalau kalian nggak keberatan aku bawa bekal banyak kita bisa bagi-bagi"ucap Tian sambil menunjukkan rantang yang iya bawa yah ibunya menyiapkan makanan sangat banyak bahkan ke empat rantang tersebut isinya penuh, ada ikan goreng, sayur lodeh, udang dan yang terakhir nasi
" Serius boleh" ucap Yuli
"Boleh"
Mereka pun makan yah kk dila memang selalu membawa bekal dan yang lainnya karena hanya anak kost-kostan jadi mereka terbiasa membeli makanan jadi. Tentu saja mereka bahagia di beri makan gratis secara mereka anak kuliahan yang ngekost jauh dari rumah. Kapan lagi coba makan gratis, setelah makan mereka kembali bekerja ke tempat masing-masing.