Episode 4

684 Words
               Hari ini Tian melamar pekerjaan di sebuah minimarket , karena ijazahnya Hanya ijazah SMA jadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan, di bawah terik matahari tian melangkah menuju sebuah minimarket karena melihat bahwa minimarket tersebut membuka lowongan pekerjaan, dengan bersemangat tian menghampiri meja kasir dan bertanya. " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, maaf mbak saya lihat di depan ada tulisan lowongan pekerjaan apakah masih ada" " Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu, iya mbak kebetulan masih ada yang kosong di bagian pajangan, mari mbak saya antar untuk bertemu kepala toko" "Engh" tian pun mengikuti kasir tersebut menuju lantai 3 dan tiba di sebuah ruangan yang sederhana Tok tok tok  " Permisi bu ada, ada yang ingin melamar pekerjaan" " Oh iya, suruh dia masuk" Tian pun memasuki ruangan dan melihat seorang wanita yang berusia sekitar 30 an lebih tetapi masih terlihat fresh dan menawan, dia sedang mengoperasikan komputernya mengurus dokumen dokumennya. "Permisi Bu, saya ingin melamar pekerjaan" "Yah silahkan duduk"  Kemudian tian duduk di kursi yang berada di depan wanita Tersebut meski terhalang meja, kini tian sedang gugup, tangannya kini berkeringat dan saling meremas saking gugupnya. Tian menyerahkan CV nya , kepala toko tersebut mengambil dan membacanya " Kamu baru lulus SMA, mengapa tidak melanjutkan studi mu sangat di sayangkan melihat nilai mu yang sangat sempurna ini harus berhenti mengejar pendidikan, tapi setiap orang memiliki keputusan akhir" Tian tersenyum dan berkata " saya memutuskan untuk membantu keluarga saya bu, meskipun saya mendapatkan beasiswa tetapi kebutuhan sehari-hari dan saya juga memiliki adik yang juga membutuhkan biaya, saya rasa tidak mengapa menundanya untuk sementara" "Baiklah, kamu anak yang baik sekarang posisi yang kosong adalah bagian pajangan dengan gaji 1.2 juta , jam kerja pagi mulai jam 7-4 sore, malam mulai jam 1-9, sedangkan hari libur hanya sekali dalam 1 bulan bagaimana" "Baik Bu, saya bersedia, saya janji akan kerja sebaik mungkin" "Baiklah, besok kamu sudah boleh masuk, besok kamu sift pagi untuk tiga hari pertama kamu harus menggunakan kemeja putih celana atau rok warna hitam, untuk sift kamu seterusnya akan ada di papan pengumuman" "Baik Bu saya mengerti,  kalau begitu saya permisi" " Baiklah, hati-hati di jalan" " Iya Bu, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu" "Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatu" Tian pun menuruni anak tangga dengan tersenyum melihat ada beberapa pembeli dan karyawan yang melihat ke arahnya, tian semakin melebarkan senyumnya dan menyapa beberapa karyawan di sana ada beberapa karyawan bertanya " Hei, kamu karyawan baru ya kapan mulai masuk" " Iya kak , besok baru mulai masuk"  " Nama kamu siapa , saya Fadillah panggil dila saja" " Iya kak nama saya titiana panggil tian saja" Tian pun kembali kerumahnya, sesampainya di rumah Tian melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu bersama ibu dan kakak-kakaknya. "Assalamualaikum" "Wa'alaikum salam" ucap mereka kompak dan menoleh ke arahnya " Sayang kamu sudah pulang gimana capek nggak duduk dlu ibu buatkan s**u buat kamu" "Engh, nggak usah bu aku minum teh aja" " Gimana hari ini, kamu sudah dapat pekerjaan, kalau ayah sih mending kamu lanjutkan saja studi mu lagi pula kamu kan dapat beasiswa sayang kalau disia siakan" " Iya dek betul kata ayah mending kamu lanjutkan saja studi mu, kakak bisa bantu kok" " Aku tahu kok kak,yah , tapi ini sudah keputusan aku, lagi pula aku sudah mendapatkan pekerjaan di minimarket di Rappang deket ko yah dari rumah, kalian tidak perlu khawatir, aku sudah besar aku yakin dengan keputusan aku" "Jika itu keputusan mu kami hanya bisa mendukung mu tapi jangan di paksakan, kamu harus tahu batas kinerja kamu mengerti, kami tidak mau kamu kenapa-kenapa, ibu yakin kamu anak yang cerdas" "Iya Bu, kalau begitu aku kekamar dulu besok aku sudah mulai bekerja lagi pula kerjanya sift-sift ko bu jadi aku nggak mungkin kecapean" "Yaudah kamu istirahat dikamar ingat jika kamu tidak betah bekerja langsung berhenti saja ok, ayah tahu kamu kuat, tapi harus tetap jaga diri baik-baik" "Iya yah, aku kekamar dulu ya" "Iya" Tian pun naik ke kamarnya dan mandi setelah mandi tian memakai piyama dan merebahkan diri di tempat tidur tak lama tian pun terlelap karena memang waktunya tidur siang dan kemungkinan besok-besok dia tidak akan dapat tidur siang karena jam kerja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD