Episode 1

389 Words
       Malam hari ketika makan malam bersama, Anton menyampaikan bahwa Kila istrinya sedang hamil begitu pun kakaknya Amel yang kini berbadan dua tentu saja mereka semua bahagia dengan kabar gembira yang datang beruntun ini. " Kak,karna kalian senang aku boleh minta sesuatu nggak" tian bicara sambil menunjukkan senyum terbaiknya "Emang mau minta apa" kila bertanya sambil tersenyum menyendokkan nasi untuk suaminya "Nggak usah kak pasti permintaannya aneh-aneh" "Apaan sih kk Amel, orang aku tuh mau minta kuliah di Harvard university, yah kk please, ayah ya aku janji buat belajar sungguh-sungguh" tian sambil menunjukkan puppy eyes nya " Emang kk tidak dapat beasiswa gitu, kan biasanya dapat" ucap Sifa sambil mengunyah makanannya "Iya emang kamu nggak dapat beasiswa dek" ucap Anton sambil menatap Tian   Semua orang yang tadinya makan kini fokus menatap Tian "Dapat beasiswa sih, tapi beasiswa ke UNHAS aku tahu itu juga univ terbaik tapi kan aku ingin melihat dunia luar yah,aku mohon ya" " Sebenarnya ayah percaya kamu bisa lolos tapi ayah khawatir kamu di sana kehidupan di sana bagaimana, aplagi tidak ada sanak saudara di sana bagaimana jika kamu sakit atau lapar" "Ayah tidak perlu khawatir aku bisa jaga diri baik-baik aku juga akan tetap kabari rumah keadaan aku bagaimana lagi pula aku tidak sendirian Yanti , anhi dan Kevin juga akan lanjut ke sana" " Hmmm, jika itu keputusan mu kami hanya bisa mendukung mu" "Makasih ayah" " Kapan kamu berencana untuk pergi ke Amerika dek" " Rencana sih bulan depan kak, kenapa, kak amel pasti berat kan ngelepasin aku, emang aku gitu sih orang nya ngangenin" " Emang kamu sudah nyiapin semuanya Bulan depan udah nggak lama loh apalagi ini bukan cuma sehari dua hari , Amerika juga negara yang jauh dan yang lebih penting kita belum mengetahui situasi di sana bagaimana, jadi" " Iya, kakak ku Anton yang bawelnya sedunia, hahaha, kan aku di bantu sama ibu sm kakak ipar juga, iya kan kak" " Iya bawang upodakki, akkaritutu ki ri Kampoeng na tawwe, aja mu takkaboro salah, aringngerrangngi lao ri puang e, ero bawang tuli tingngerrang aja ta takkalupa"( mama cuma mau bilang, kamu hati-hati di kampung orang, jangan kelewat dalam becanda, selalu ingat Tuhan, cukup itu yang kamu harus kamu ingat jangan pernah lupa) "Iya, mah tian janji" "Yaudah, makannya di lanjut ntar keburu dingin lagi, heheh' "Siap bos" ucap mereka kompak
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD