Satu bulan berlalu semenjak tian bekerja , dia melewati harinya dengan baik , saat ini tian sudah berada di tempat kerjanya bersama para sahabatnya mereka bercanda sambil menggoda satu sama lain. Tian bersyukur mendapatkan sahabat seperti mereka yang ada di saat suka maupun suka mereka saling mengsuport satu sama lain mereka sudah seperti saudara lebih tepat nya suadara tak sekandung begitu lah mereka mendeskripsikan nya, ketika mereka tengah asik bercanda sebuah suara terdengar dari pengeras suara yang memanggil nama kak dila, kak dila pun bergegas naik ke lantai3 tempat sang manager berada, yah yang memanggil kak dila adalah ibu manager, mereka semua menunggu sambil duduk dengan gelisah mereka takut kalau mereka melakukan kesalahan, setelah setengah jam berlalu baru lah kak dila datang menghampiri mereka dengan wajah cemas tentu saja mereka semua cemas.
"Ada apa kak, apa kita melakukan kesalahan" tanya anhi dengan khawatir sedangkan kak dila hanya diam sambil menatap mereka satu persatu sehingga membuat semuanya khawatir, tapi tiba-tiba kak dila tertawa keras yang membuat semua orang keheranan. Tian pun maju memeriksa dahi kak dila yang sedikit hangat
"Agak hangat, kak dila baik-baik saja kan"tanya tian karena kak dila tak kunjung berhenti tertawa
"Saya baik-baik saja, muka kalian semua lucu hahaha...." ucap kak dila sambil tertawa semua orang menatap kak dila bingung
"Maksud kak dila apaan sih nggak jelas, kita tu lagi khawatir kenapa kak dila di panggil sama manager" jelas anha
"Iya nih kak dila nggak asik orang lagi khawatir diketawain, emang kenapa kak dila di panggil sama bu manager" kata yuli
"Okey aku serius aku di panggil buat ini" kata kak dila sambil menunjukkan beberapa amplop berwarna putih yang terdapat nama-nama karyawan, semuanya pun bersorak tentu saja mereka bahagia karena amplop tersebut adalah gaji mereka terutama tian dia sudah berjanji akan mentraktir ayahnya makan bakso jika dia sudah menerima gaji pertamanya, mereka pun membuka amplop mereka masing-masing dan menghitung apakah gaji mereka benar beserta gaji lemburnya.Setelah di rasa benar mereka semua kemudian kembali ketempat masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan semangat.
Setelah jam kerja mereka selesai mereka kini berada di sebuah warung makan palekko makanan khas sulawesi selatan lebih tepatnya sidrap atau sidenreng Rappang. Anhi, anha,novi, yuli dan kak dila sudah duduk di gazebo sedangkan tian sedang memesan 3 porsi itik palekko, 1 rica-rica dan 5 es kelapa, setelah memesan tian kembali dan duduk bersama mereka, sambil menunggu pesanan mereka datang mereka dengan asik ber selfie ria, tak lama kemudian pesanan mereka datang.mereka makan dengan hikmat hingga tak menyisahkan sedikit pun makanan entah mereka lapar atau karna itiknya memang sangat enak.
" emmh itik nya enak, bagaimana jika setiap gajian kita makan di sini" kata novi
"Boleh yang penting yang bayar kamu yah" ucap yuli menggoda novi yang lain hanya tertawa melihat mereka
Mereka pun kembali kerumah masing-masing tapi sebelum pulang tian mengantar kak dila dulu itu adalah kebiasaan rutin nya setiap pulang kerja, setelah mengantar kak dila tian langsung pulang kerumah, sesampainya di rumah
" Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, sudah pulang sayang" kata ibu tian
"Iya bu, tadi habis makan bareng sama teman jadi agak telat pulang nya"
"Yasudah kamu kekamar gih trus mandi habis itu istirahat nanti ibu bangunkan untuk makan malam"
"Iya bu, oh ya bu bapak mana"
"Bapak masih di bengkel bentar lagi pulang , sana gih istrahat kamu pasti lelah"
"Iya bu tian kekamar dulu ya bu"
"Iya sayang"
Tian pun naik kekamarnya sesampainya di kamar tian langsung membersihkan diri kemudian sholat magrib dan membaca ayat suci al-qur'an setelah selesai tian membereskan mukenah dan sajadah yang dia pakai kemudian tian berbaring di tempat tidur hingga tertidur.
Tok tok tok
"Sayang ayo bangun makan malam bapak udah nungguin di meja makan"
Tian pun terbangun yah dia tertidur hingga jam makan malam tian pun bergegas bangkit dari tempat tidur dan kekamar mandi membasuh wajahnya, kemudian tian keluar kamar melihat ibu nya masih berada didepan kamar sambil tersenyum.
"Ayo sayang"
"Iya bu"
Mereka pun turun semua keluarga sudah berkumpul untuk makan malam mereka semua menunggu tian,mereka makan dengan hening hingga makan malam selesai, kemudian mereka berkumpul di ruang keluarga, ibu pun membawa cemilan beserta air panas.
" bagaimana hari mu sayang" kata ayah tian sambil membelai lembut rambut tian
" baik kok yah, semuanya berjalan lancar dan hari ini tian gajian" kata tian samb menyerahkan amplop putih tersebut kepada ibunya
" inikan gaji kamu sayang lebih baik kamu pegang saja" kata ibu tian samb menyerahkan kembali amplop tersebut
" aku uda ada kok bu buat simpanan sisa nya ibu simpan saja"
"Baiklah"
"Ayah, aku pernah janji kan sama ayah kalau aku gajian aku akan traktir ayah makan bakso, besok kita makan bakso ya ayah"
"Benarkah, baiklah"
"Aku juga mau dong kak di traktir makan bakso"
"Kakak juga yah dek traktir makan bakso"ucap amel sambil menaik turunkan alisnya
"No, aku janjianya cuma sama ayah iyakan yah"
"Iya sayang"
"Ish dasar adik pelit"
"Biarin, blee" kata tian sambil menjulurkan lidahnya
"Sudah-sudah nanti ayah yang traktir kalian besok kita makan siang bareng di penjual bakso bagaimana"
"Yey, ayah memang yang terbaik" ucap amel
"Ayah kok gitu mereka semua nggak usah di ajak"
"Nggak papa sayang"
"Yasudah, hari ini bengkel bagaimana ayah"
"Biasa sayang seperti hari-hari kemarin"
"Syukurlah"
Mereka pun menonton tv dengan tidak tenang tentunya karena mereka selalu bertengkar hanya karena hal sepele hingga handphone tian berbunyi, tian melihat id pemanggil yaitu anha tian pun izin kekamar untuk mengangkat hp nya, sesampainya di kamar tian mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum,halo"
"Waalaikumsalam,ya halo, kenapa anha"
"Tian, kamu di mana"
"Aku di rumah ada apa"
"aku boleh minta tolong nggak"
"Mau minta tolong apa, bicara saja"
"Aku mau pinjam uang 500 rb"
"Boleh, tapi kan kita baru aja gajian emang gaji kamu kemana"
"Aku pakai buat bayar hutang, boleh kan ntar kalau sudah gajian aku bayar aku janji"
"Yasudah, aku tunggu dirumah yah"
"Boleh nggak kalau kamu yang bawa kesini kamu kan tau aku tidak punya motor, aku cuma nebeng sama anhi"
"Yasudah, aku kekost kamu sekarang bentar aku ijin dulu"
Setelah minta ijin sama ayahnya dan di izinkan tian pun berangkat menuju kost'an anha sesampainya di tempat anha tian menelpon anha karena ternyata kost nya ramai bahkan campur dengan laki-laki
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Di mana aku ada di bawah"
"Naik saja aku dilantai2 "
"Okey"
Tian pun naik melihat anha di depan pintu anha mempersilahkan tian masuk kekamarnya , saat tian masuk anha sedang siap-siap entah mau kemana, tian memberikan uang yang tadi di pinjam anha di saat tian mau pulang anha menahanya dan meminta tolong sekali lagi katanya minta di antar kerumah kakaknya hello sekarang malam-malam begini tapi tian sudah menggapanya seperti saudara kemudian tian mengantar anha ke pangkajene , anha menawarinya untuk singgah tapi tian menolak karena hari sudah terlalu malam tian pun langsung kembali ke rumanhya, sesampainya di rumah tian langsung istirahat karena dia memang lelah.