Episode 8

1052 Words
        Drt drt drt Handphone tian berbunyi yang menandakan adanya panggilan masuk tian bangun dan melihat jam di dinding menandakan pukul 4:25 subuh tian bangun melihat handphone nya yang terus berbunyi siapa yang menelponnya subuh-subuh begini, tian mengucek matanya dan mengambil handphone yang terletak di atas nakas dan melihat id pemanggil yang ternyata adalah anha, tian menggeser icon berwarna hijau di handphone nya. "Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" "Iya ada apa kak anha" "Tian ,Aku boleh minta tolong jemput nggak, soalnya hari ini kan aku sift pagi boleh yah" "Mmm Yaudah , masih di tempat semalam kan di rumah kakak kamu" "Iya" "Yaudah aku jemput jam 6 , aku sholat subuh terus mandi dulu" "Okey, aku tunggu yah" "Ya, Assalamualaikum" "Waalaikumsalam" Tak lama adzan subuh pun di kumandangkan tian bangkit dan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian sholat setelah sholat tian membaca beberapa ayat suci alquran, setelah itu tian mandi meski sekarang baru jam 5 subuh.saat tian turun kebawah ibunya sudah sibuk di dapur. "Selamat pagi,bu" "Pagi,tumben udah siap ini kan masih sangat pagi" "Iya bu, mau jemput temen di rumah kakak nya" "Yang semalam kamu antar itu" "Iya bu, tadi subuh nelpon aku udah janji jemput jam 6" "Yaudah, kalau gitu ini kan masih jam 5 kamu sarapan dulu sebentar" "Nggak usah bu, sarapan di toko aja takut telat nanti di jalan" "Baiklah ini bekal kamu" "Aku berangkat ya bu, Assalamualaikum" "Waalaikumsalam, hati-hati bawa motor nya pelan-pelan saja " "Iya bu" Tian pun melajukan motor nya , jalanan masih sepi tak lama kemudian tian sampai di rumah bercat hijau itu tian memarkirkan motornya di depan gerbang dan menelpon anha mengatakan kalau dia sudah ada di depan, tak lama seseorang membukakan nya gerbang dan tampil lah anha masih Menggunakan baju tidur, Astaga sekarang sudah jam stengah 6 dan anha belum mandi mereka bisa terlambat datang ke toko, anha berjalan sangat santai dan menyuruh tian masuk kedalam dan tian mengikuti anha masuk ke dalam. Sesampainya di kamar tian langsung menyampaikan uneg-uneg nya "Astaga, kak anha ini sudah jam stengah 6 , dan kamu belum mandi" "Hehehe, aku ketiduran tadi sehabis nelpon kamu" "Kita akan terlambat, cepat mandi sana" "Ok" "5 menit" Dan yah mereka terlambat datang ketoko absen mereka sudah merah, mereka baru tiba di toko setengah delapan itu karena anha yang terlalu lama mandi , bahkan dia masih sempat-sempat nya berdandan Astaga dan selama itu pun tian tidak berhenti mengomeli anha sedangkan anha hanya senyam senyum mereka pun mendapat teguran dari kak dila "Kenapa kalian terlambat" ucap kak dila "Ini ni kak, anha minta di jemput tapi belum siap siap mana mandinya lama malah sempat- sempatnya dandan " gerutu tian "Anha" "Ya maaf kak Namanya juga ketiduran " "Ok, tapi tidak ada lain kali" dan anha hanya tersenyum Sebelum mereka bekerja mereka sarapan bersama dan lagi lagi anha meminta bekal tian meskipun kesal tapi tian tetap membaginya toh bekal nya juga banyak , mereka tidak akan marah lama karena ya selayaknya saudara pasti akan ada pertengkaran, setelah sarapan mereka bekerja di tempat masing-masing dan kadang mereka akan saling membantu jika ada yang pekerjaan nya masih banyak, seperti saat ini tian berada di rak bagian milik kak dila untuk membantu nya mengemoceng dan melihat barang yang expayer , barang yang expayer di tulis kemudian di masukkan ke dalam dos dan akan di kirim kembali ke pusat, dan mereka kembali menyusun barang yang berantakan setelah rak kak dila selesai mereka akan pindah ke rak lain yang belum selesai.seperti raknya anhi saat mereka sedang membantu anhi terdengar suara ribut di luar mereka bertiga pun keluar dan melihat anha sedang berkelahi dengan wiwi karyawan lainya yang sedang sift siang. "Ada apa ini" ucap kak dila dengan sua keras karena kak dila memang di beri tugas untuk memantau para karyawan di toko  "Ini kak masa aku lagi cek harga tapi dia langsung suruh aku pergi kan aku yang duluan, barang aku juga dilempar tu" ucap anha  sambil menunjuk barang yang berserakah di lantai "Wiwi, kamu tahu kesalahan kamu" ucap kak dila dengan tegas "Maaf kak, lagi pula dia sudah selesai kak dia cuma bermalas malasan di bo ka" ucap wiwi sambil menunjuk anha "Ok, tapi tidak dengan menghamburkan barang bagaimana jika barang tersebut rusak apa kamu mau menggantikan nya cepat bereskan kembali barang tersebut simpan di tempat nya kembali " ucap kak dila "Maaf kak" ucap wiwi sambil memungut barang tersebut dan menyimpan nya didalam keranjang  "Dan kau anha jika kau sudah menggunakan bo segera kembali ketempat mu dan selesaikan pekerjaanmu lihat rak mu tidak ada yang beres barang mu cungkir balik, orang lain juga mau pakai bo dan jangan pernah gunakan k*******n di dalam toko kalau kalian ingin berantem silahkan saat pulang kerja, kalian di gaji untuk bekerja bukan untuk berkelahi dan bermalas malasan, kalian dengar ini bukan cuma untuk anha dan wiwi tapi untuk semua karyawan, mengerti" ucap kak dila dengan lantang dan tegas "Mengerti kak" ucap semua karyawan dengan tegas "Baiklah, kembali ketempat masing masing" Semua karyawan pun kembali ketempat masing masing sedangkan kak dila dan tian kembali ke tempat anhi untuk membantu nya setelah membantu anhi mereka bertiga kak dila , tian dan anhi pindah ke tempat anha untuk membantu nya tapi kak dila di buat naik darah tinggi karena melihat anha sedang tertidur sambil duduk dan kepalanya bersandar di dorongan. Kak dila pun menarik dorongan sehingga anha terjatuh untung kepala nya tidak terbentur, belum kembali kesadaran anha kak dila sudah memarahinya " dasar ya kamu sudah terlambat, bikin keributan dan sekarang  kamu tidur Astaga anha, lihat rak kamu sangat kotor lihat barang kamu tidak rapi, kamu niat kerja nggak sih kalau kamu sudah bosan silahkan keluar" ucap kak dila dengan marah dan pergi kembali ketempat nya "Maaf kak" ucap anha sambil menunduk dan mungkin sudah tak di dengar oleh kak dila karena dia sudah berjalan ketempat nya  " kamu bereskan dulu barang kamu betul yang di bilang kak dila , jangan marah sama kak dila dia berkata seperti itu karena itu adalah kenyataan lagi pula dia yang di beri Tanggung jawab kalau bos sampai tahu dia akan marah dan kak dila lah yang akan di pecat karena kesalahan kamu mengerti, Yasudah aku ngomong sama kak dila supaya dia tidak terlalu marah ok" ucap tian "Baiklah " ucap anha Anhi dan Tian pun berjalan ketempat kak dila berada dan terlihat bahwa kak dila sangat marah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD