"Jadi, kamu nggak ingat dengan aku, Olivia? Padahal malam itu waktu di kelab, kita sempat kenalan." Olivia meringis ketika sosok pria yang duduk di kursi menghadap pada Davin kini menatap ke arahnya setelah ia meletakkan dua cengkir kopi pahit di atas meja. Bukan tidak mengenalinya, tapi Olivia tidak jelas melihat wajahnya. Sudah melihat di tempat terang saja, Olivia belum tentu bisa mengenalinya ketika bertemu lagi. Apalagi bertemu di tempat yang agak remang, hidungnya saja entah mancung atau tidak, Olivia mana melihat. Namun, saat ini pria yang duduk di kursi sedang menatap sepenuhnya ke arahnya bisa terlihat jelas oleh Olivia yang kini sudah mengenakan kacamata. Hei, alis tebal, bulu mata panjang, hidung mancung, perpaduan wajah Arab dan Indonesia, terlihat sangat tampan maksima

