Olivia menatap tajam pria paruh baya yang datang bersama anak tiri dan juga istrinya. Mereka masih berada di ambang pintu, namun gelas yang berada di sisi Olivia langsung ia lempar ke kepala pria yang berstatus sebagai bapaknya itu. Emosi Olivia semakin memuncak ketika melihat kehadiran mereka yang datang tanpa dosa dan tanpa merasa bersalah sama sekali atas apa yang sudah mereka lakukan. "Ngapain bapak datang ke sini? Mau ketawa karena melihat nenek sudah meninggal dunia? Apa kalian puas melihat nenek sudah terbaring nggak bernyawa di sini?" Olivia meraung marah menatap keluarga itu dengan napas memburu, merasa sesak di d**a akan kehilangan neneknya. "Oliv, kenapa kamu melempar bapak kamu dengan gelas? Kamu nggak sopan sama sekali. Lihat kepala bapak kamu jadi berdarah," tegur Mirna

