Bab 92. Bukan Malam Pertama Langit malam itu lembut seperti sapuan kuas di atas kanvas biru tua. Lampu-lampu kecil di taman menyala redup, mengiringi langkah Davin dan Olivia yang baru saja kembali dari pesta pernikahan mereka. Musik lembut masih menggema samar dari taman, tapi dunia mereka sudah berpindah ke ruang yang lebih kecil dan lebih sunyi. Davin menggenggam tangan Olivia erat-erat. Jemarinya terasa hangat, sedikit gemetar, bukan karena gugup, melainkan karena perasaan yang sulit dijelaskan. Seolah setiap langkah yang mereka ambil membawa mereka ke awal dari sesuatu yang benar-benar baru. Di lorong menuju kamar pengantin, wangi bunga melati dan mawar putih masih terasa dan aroma yang sejak pagi tadi menjadi saksi ikrar cinta mereka. Untuk malam ini Davin dan Olivia memang se

