Syila masih memasang wajah sangat kesal dan hatinya di selimuti amarah. Tangannya masih mengepal kuat, tidak menerima di permalukan di depan orang banyak. Ia memasang kepercayaan diri yang tinggi, berjalan dengan anggun dan menggandeng tangan Rejes, harus berakhir pada tatapan memalukan dari pengunjung cafe yang melihat adegan tadi. Keadaan berbalik padanya. Sampai harus di lempari makanan. Tidak pernah Syila sampai di permalukan di depan umum apa lagi bersama kekasihnya. Syila harus menutupi wajahnya dengan tas, untuk menghindari amukan pengunjung cafe yang lain. Wajah Rajes sampai terkena es batu dari minuman salah satu pelanggan. Rajes harus menahan gundukan hati yang memanas itu. Ia tidak akan mampu melawan, sedangkan di sana hanya dia dan Syila. "Aku tidak terima, di permalukan sepe

