"Dia berbohong!" teriak salah satu pengunjung. Tatapannya menyalak kesal dan jari telunjuknya mengarah pada sepasang kekasih itu. ia memberanikan diri menyelamatkan orang yang ia kagumi ketampanannya berada dalam keadaan di fitnah. ia muak dengan sepasang kekasih itu. Sama-sama hebat dalam membalikkan fakta. Ia beranjak dari kursi."Mereka yang bersalah!" Semua orang beralih pada seorang wanita berkaca mata itu yang mengambil alih suara dengan lantang dan berani. Termasuk Sisil dan Rendra, begitu pula dengan manager cafe. "Dia telah memfitnah karyawan, Anda! Bahkan mau menyiram karyawan Anda dengan minuman. Tapi eh ... malah dia yang kena. Senjata makan Tuan tuh orang!" Sembur wanita berkaca mata itu. Melihat keberanian yang di miliki oleh wanita berkaca mata itu, membuat orang lain terc

