Sepasang Kekasih Sombong

1991 Words

Bi Asih berlari kecil menuju kamar Sisil. Ojek yang biasa langganannya telah siap menunggu Sisil di luar gerbang. Sisil telah memberi amat pada bi Asih bahwa ia ingin berangkat kerja sebelum paman Jono berangkat. "Non, Non Sisil," panggil bi Asih sambil mengetuk pintu kamar Sisil. Tidak lama kemudian pintu terbuka. "Iya, bi," sahut Sisil. "Ojeknya sudah datang, Non." "Ah, ya ... terima kasih bi. Aku berangkat dulu." Sisil menyalami punggung tangan bi Asih. Pelayan itu tersenyum ramah menghangat. Berasa punya anak sendiri, Sisil juga memperlakukannya sama seperti Ibunya. Gadis itu bergegas melangkah keluar rumah untuk menaiki ojek yang sudah menunggunya. "Pak, Maaf membuat bapak lama menunggu," ucap Sisil sambil mengambil helm yang di berikan oleh bapak ojeknya. "Tidak apa, Non," uca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD