Di kediaman Sujiono, wanita yang sudah menginjak kepala empat sedang duduk di sisi tempat tidur dengan pigura di tangannya. Netra wanita itu menatap nanar pada sosok anak lelakinya. Tangannya menyentuh lembut pada pigura sang putra, tepat di pipinya. Sebulan sudah sang anak tidak lagi ada di rumah ini. Rindu, kata yang sangat mendalam di hati wanita itu sebagai sang Mama yang telah mengandung dan melahirkan ke dunia ini. Rumah yang sangat besar, begitu sunyi setelah kepergian putranya itu. Meski sang putra terus membuat mulutnya tidak berhenti berceloteh, sebagai seorang ibu tidak dapat di pungkiri bahwa ia sangat merindukan sang putra. Senakal-nakalnya anak, tidak ada seorang Ibu pun tidak menyayangi anaknya. Darah dagingnya, separuh nyawa ia pertaruhkan demi melahirkan putranya itu, ki

