Rendra mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian biasa. Ia tidak ingin pulang dengan pakaian kerja yang melekat pada dirinya. Sebab, ia tidak ingin orang mengetahui di mana ia bekerja. Entahlah, lelaki itu tidak terlalu nyaman. Semenjak kehadirannya di cafe itu memberi hawa ketertarikan pada pelanggan. Atasannya sendiri memujinya, dan bahkan dia secara diam-diam ingin menaikan gaji Rendra. Namun, lelaki itu menolaknya. Sejujurnya, cafe itu banyak di datangi orang bukan karena benar-benar ingin menikmati suguhan di cafe itu, tetapi mereka hanya ingin melihat wajah tampan Rendra yang tidak ada bosan-bosannya. Melewati mereka saja, pelanggannya itu jejeritan. Apa lagi tidak sengaja menyentuh tangan, pelanggannya itu hampir terbuai terbang melayang. Tentunya itu bukan teruntuk pelanggan lelak

