bc

KETIKA CINTA BISA MEMILIH

book_age18+
63
FOLLOW
1K
READ
revenge
love-triangle
family
HE
love after marriage
fated
kickass heroine
single mother
heir/heiress
drama
sweet
lighthearted
bold
loser
city
office/work place
childhood crush
love at the first sight
affair
like
intro-logo
Blurb

“Alena, mengalah saja. Dari kecil kamu tahu Risma tidak punya siapa-siapa.”

Alena menatap ibunya lama.

“Kalau yang dia ambil kali ini suamiku, Ma… aku juga harus mengalah?”

Seumur hidup, Alena Tan selalu diminta mengalah kepada Rismawati, anak asuh keluarganya. Sejak kecil, apa pun yang dimiliki Alena harus dibagi karena Risma dianggap lebih membutuhkan. Alena selalu menurut, sampai akhirnya Risma tidak lagi mengambil mainan, pakaian, ataupun perhatian keluarganya.

Risma mengambil Dimas Gunawan, suami Alena sendiri.

Dan pengkhianatan itu ternyata sudah berjalan begitu jauh hingga Dimas dan Risma memiliki seorang anak.

Saat orang-orang yang seharusnya membelanya kembali meminta Alena untuk memahami, memaafkan, dan mempertahankan pernikahannya, untuk pertama kalinya Alena menolak melakukan apa yang selalu mereka tuntut darinya.

Kali ini ia tidak mau mengalah.

Alena memilih bercerai dan meninggalkan kehidupan yang selama ini membuatnya terus menjadi orang kedua. Ia tidak mencari laki-laki baru, apalagi cinta baru. Setelah semua yang terjadi, Alena hanya ingin hidup untuk dirinya sendiri.

Namun sebuah perjalanan mempertemukannya dengan Arya Hanggono, lelaki asing yang perlahan membuat Alena mengenal sesuatu yang hampir tidak pernah ia rasakan sebelumnya, bagaimana rasanya diperhatikan tanpa harus meminta dan dipilih tanpa harus bersaing.

Sementara Alena mulai berjalan menjauh, Dimas justru perlahan menyadari bahwa perempuan yang selama ini selalu ada untuknya benar-benar tidak akan kembali.

Dan kali ini, penyesalan saja mungkin tidak cukup.

Ketika orang-orang dari masa lalunya kembali meminta Alena mengalah, akankah ia kembali memilih Dimas atau akhirnya memilih Arya Hanggono, lelaki yang tidak pernah membuatnya berebut tempat di hatinya?

chap-preview
Free preview
Hari yang tidak istimewa
Sejak sebulan lalu, Alena Tan sudah mengosongkan malam itu dari jadwal rumah sakit. Untuk seorang dokter spesialis bedah, mendapatkan satu malam tanpa operasi, tanpa panggilan darurat, dan tanpa pasien tambahan bukan perkara mudah. Ia bertukar jadwal dengan rekannya, memajukan dua operasi elektif, bahkan menolak satu undangan makan malam dari kolega hanya demi satu tanggal yang sejak awal tidak ingin dilewatkannya. Hari itu adalah ulang tahun pernikahannya yang ketiga dengan Dimas Gunawan. Dan untuk pertama kalinya, mereka akan makan malam di rumah baru mereka. Pukul tujuh malam, Alena berdiri sendirian di ruang makan dengan gaun merah anggur yang jarang sekali sempat dipakainya. Rambut yang biasanya terikat rapi selama bekerja dibiarkan tergerai, dua lilin sudah menyala di atas meja, mawar putih menghiasi vas kecil, dan steak lada hitam kesukaan Dimas masih hangat. Sebagian besar makanan memang dipesan dari restoran favorit mereka, tetapi steak itu sengaja dimasaknya sendiri setelah tiga kali menelepon Mama hanya untuk memastikan sausnya tidak terlalu asin. Di samping piring Dimas terdapat sebuah kotak kecil berwarna hitam. Di dalamnya tersimpan gantungan kunci perak berbentuk rumah dengan ukiran sederhana. A & D — Our Home. Alena selalu tersenyum setiap kali melihatnya. Rumah dua lantai di Surabaya Barat itu tidak sebesar rumah keluarga Tan, tetapi hampir setiap sudutnya berasal dari percakapan kecil yang pernah terjadi antara dirinya dan Dimas. Ruang keluarga dibuat menghadap halaman belakang karena suaminya pernah berkata ingin melihat anak mereka bermain di rumput sambil mereka menikmati kopi. Dapur dibuat terbuka karena Dimas pernah membayangkan memasak sarapan bersama pada akhir pekan. Bahkan sebuah kamar kosong di lantai dua sudah mereka sepakati akan menjadi kamar anak suatu hari nanti. Sampai sekarang, kamar itu masih kosong. Alena berusaha tidak memikirkannya malam ini. Tiga tahun terakhir sudah cukup dipenuhi jadwal rumah sakit, program kehamilan, serta pertanyaan keluarga tentang kapan mereka akan mempunyai anak. Malam ini ia hanya ingin menjadi seorang istri yang merayakan ulang tahun pernikahan bersama suaminya. Rumah itu sendiri hampir seluruhnya dibangun dari penghasilan Alena. Selama tiga tahun, sebagian besar gaji, jasa operasi dan bonus rumah sakit disisihkannya karena Dimas pernah berkata ingin mempunyai rumah dari usaha mereka sendiri. Bahkan ketika Papa menawarkan rumah sebagai hadiah pernikahan, Alena menolak karena tidak ingin membuat suaminya merasa rendah hanya karena pendapatan mereka berbeda. Dimas sekarang sudah dipromosikan menjadi Manager Pemasaran Area Jawa di Perusahaan Plastik Singa. Jabatan baru itu membuatnya semakin sering bepergian ke luar kota dan waktu mereka bersama semakin sedikit, tetapi Alena selalu mencoba memahami. Dimas sedang bekerja untuk masa depan mereka. Setidaknya itulah yang selalu ia percaya. Pukul tujuh lewat dua puluh, lilin mulai memendek. Dimas belum datang. Alena mengambil ponsel untuk kesekian kalinya. Tidak ada pesan ataupun panggilan. Pesan terakhir dari Dimas siang tadi hanya mengatakan dirinya masih menyelesaikan urusan kantor dan akan menghubungi Alena setelah selesai. Pukul tujuh lewat empat puluh, Alena akhirnya tidak tahan menunggu tanpa kepastian. Mas, kamu di mana? Aku sudah di rumah baru. Jangan lupa malam ini kita makan malam di sini, ya. Pesan terkirim. Alena meletakkan ponsel, lalu kembali ke dapur untuk mengecek steak meskipun tidak ada yang perlu diperiksa. Ia menurunkan suhu pemanas, merapikan piring yang sudah lurus, kemudian membetulkan posisi kotak kecil di samping tempat duduk Dimas. Lima menit berlalu. Kemudian sepuluh. Saat Alena kembali mengambil ponselnya, pesan itu masih berada di sana. Belum dibaca. Tangannya perlahan turun. Untuk pertama kalinya malam itu, pandangannya tidak lagi tertuju pada makanan ataupun dekorasi, melainkan pada kursi kosong di seberang meja dan gantungan kunci bertuliskan Our Home yang seharusnya sudah berada di tangan suaminya. Alena belum tahu bahwa malam yang telah dipersiapkannya selama sebulan itu tidak akan berjalan sesuai rencana. Dan Dimas Gunawan, di tempat lain, sedang bersama seseorang yang bahkan tidak pernah terpikir akan menjadi ancaman bagi pernikahan mereka.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Perfect Man and Stupid Women

read
157.6K
bc

Sentuh Aku, Daddy!

read
168.1K
bc

Keyra, Gadis Kecil Kesayangan Om Dirga

read
212.3K
bc

Demo Dulu, Jatuh Cinta Kemudian

read
6.0K
bc

Serpihan Hati Yang Utuh

read
2.4K
bc

Istri Kecil Om Arogan

read
14.7K
bc

Terjerat Hasrat Suami Pengganti

read
170.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook